Pernah mendengar stadion kota serang itu bagaimana? kawasan ini memiliki siklus keramaian yang sangat dinamis dan berganti-ganti.

Sebentar, jika kamu saat ini berdiri di alun alun kota serang, maka berjalanlah, atau setidaknya mengendarai kendaraanmu ke arah barat. membelah jalanan protokol, melewati beberapa lampu merah.

jika kamu beruntung dan tidak tersasar, maka tak butuh waktu lama untuk tiba di tempat ini. salah satu pusat keramaian masyarakat Kota Serang. Komplek stadion Maulana Yusuf. yaps! Komplek stadion ini mungkin saja berusia lebih darimu. Sebuah komplek stadion yang memuat berbagai kegiatan di dalamnya.

kamu mau apa? semua ada di sini. belanja keperluan pribadi? sekedar menikmati waktu? atau bahkan mengetes kecepatan motormu? ha! ya mengetes kecepatan motor!

mungkin beberapa akan bertanya, “memang ada sirkuitnya?”

selain sebagai pusat keramaian dan olahraga, di komplek stadion ini, sering diadakan event Road Race yang memanfaatkan jalanan aspal di sekitar komplek stadion. Itu untuk event resminya. Bagaimana dengan kegiatan tidak resminya? lho memang ada event tidak resminya? ada!

Tidak semua penggila kecepatan kendaraan roda dua mampu mengikuti event balapan resmi. Apalagi hanya untuk mengetes kecepatan motor hasil “ngulik” di bengkel jagoannya. Beberapa orang akan memilih mengetes motornya di sebuah jalan lurus di bagian belakang stadion. suara suara knalpot racing berderu keras, membuang sisa tenaga di ruang bakar.

Aroma gas buang beradu dengan aroma kopi sachet yang baru saja disajikan.

Jika sedang beruntung, kamu akan melihat motor motor dengan “kualitas” lumayan, melaju dengan cepat. mengejar waktu. adu cepat dengan lawannya.

Ada hal yang miris. mereka tidak memakai perlengkapan keselamatan sedikitpun. helm yang berfungsi sebagai pengaman-pun tidak terlihat dikenakan para joki. apalagi wearpack. sepatu? tertinggal di rumah sepertinya.

Untuk kegiatan adu cepat “liar” tersebut, beberapa orang bercerita, beberapa kali terjadi kecelakaan yg merenggut nyawa para penggila kecepatan ini. Tetapi itu tidak menyurutkan nyali bagi yang lainnya. Satu satunya hal menyurutkan nyali mereka adalah bunyi sirine polisi yang bersahut sahutan.

Jika sudah seperti itu mereka lantas membubarkan diri. lalu kembali lagi. sirine polisi tidak jadi soal. setelah pergi segalanya dimulai lagi.

Acara adu balap tidak resmi ini memang tidak bisa kita lihat setiap waktu. karena memang segalanya tak terjadwal. Maklumlah ini kan acara tidak resmi. Tetapi, jika dilihat dari minat para penggila kecepatan ini, ada baiknya segalanya difasilitasi. Untuk mewadahi minat anak muda penggila balap. Karena meskipun hal ini dilarang, mereka akan terus ada. Karena hobi mereka ada di ruang tersebut.

Sore semakin menjelang dan gelap mulai menghabiskan sisa cahaya di ufuk barat.

Lampu lampu warung kopi yang berderet mulai dinyalakan. Tapi tidak dengan lampu penerangan jalannya. Suara suara keras knalpot mulai hilang, digantikan suara musik yang samar terdengar dari deretan warung warung kopi.

Malam semakin matang, motor motor bergantian berlalu lalang. Membonceng entah itu kekasih atau temannya. terlihat juga “MOGO” yaitu wahana rekreasi yang disewakan, berupa mobil yang dikayuh beberapa orang di dalamnya. “MOGO” tersebut dihiasi lampu lampu yang menyala, dan musik yang terus berputar. Kamu tak perlu merogoh kocek yg begitu dalam untuk.menikmatinya. Hanya butuh beberapa ribu untuk bisa menikmati berkeliling sambikl berolah raga. Keringat mengucur deras, seru, dan asyik!

Semakin malam, suasana semakin sepi. Tapi tidak dengan sudut gelap stadion yang tak tersentuh cahaya. Sepasang mata kita akan disuguhkan berpasang pasang anak muda “mojok”. Entah apa yang dilakukannya. Satu pergi dan yang lainnya datang lagi. Sesekali mobil patroli polisi lewat. Memantau situasi.

Terlepas dari segala hal yang melekat dalam image stadion, tempat ini bisa jadi pilihan yang asyik untuk kamu menghabiskan waktu.

penulis: Tria Putra

Komentar

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR


*