Siapa bilang dunia balap hanya untuk laki-laki? Di zaman ini, perempuan-perempuan juga banyak yang unjuk gigi dan bisa setangguh laki-laki. Di sirkuit beraspal itu mereka tidak segan-segan menancap gas, beradu kencang. Bahkan tak takut bila lawannya seorang lelaki sekalipun

Siapa sangka juga, bila perempuan Banten ada yang bergelut dalam olah raga ekstrim yang digemari laki-laki ini. Apalagi kalau menyangkut nama kabupaten Pandeglang yang dikenal dengan jalan rusak dan berlubangnya itu. Tapi Ayatussypa (18), perempuan cantik yang lahir di Pandeglang ini membuktikannya, urbaners.

Sekilas, kamu tidak akan menyangka bila perempuan berjilbab ini adalah pembalap motor. Walaupun baru mengawalinya tahun lalu, perempuan yang mengaku belum punya pacar ini juga sudah termasuk pembalap yang berprestasi, lho. Ia juga sudah memiliki nama di kalangan para pecinta balap motor di Indonesia.

Mengawali debut dengan ikut ajang Fun Race, Aya membuktikan dirinya mampu menyandang gelar lady racer. Di awal debutnya saja, ia sudah masuk peringkat kelima di ajang matic race. Sejak saat itu, performanya terus menanjak. Tidak hanya dalam ajang Road Race, Aya juga turun di ajang Drag Bike dan Scooter Race. Untuk prestasi, ia membuktikannya di ajang Bodisa Matic Race Seri I dan berhasil naik di podium 1 alias juara 1. Aya juga berjuang di Indonesia Scooter Championship (ISC) seri II 2016, meski saat itu ia mengalami cedera tangan.

Memang, si bungsu dari 4 bersaudara ini mengaku bila awal mula terjun ke dunia balap karena dikenalkan oleh teman. Tapi perempuan yang hobi bermain basket dan olah raga ekstrim seperti panjat tebing ini tidak memungkiri bila balap kini menjadi prioritasnya.

“Aku sih sebenarnya bukan anak motor. Aku disuruh balap karena di Banten kan jarang ada pembalap cewek,” ungkap perempuan berjilbab ini.

Sosok wanita yang biasa di sapa Aya  ini mengaku sempat
Sosok wanita yang biasa di sapa Aya ini mengaku resiko sebagai pembalap tidak menghalanginya untuk terus berkarir dalam dunia balap motor

Kalau soal motor, Aya mengaku tidak bermasalah menggunakan motor jenis apapun. Hanya saja untuk saat ini, ia lebih sering menggunakan matic atau motor Jepang untuk balapan. Sedangkan untuk berlatih, ia menggunakan motor jenis Satria F.

“Aku sering balapnya pakai matic. Tapi aku lagi mau coba latihan. Tahun depan aku mau ikut vespa 2 tax. Insya Allah,” ujar perempuan yang sudah dua kali mengalami cedera tangan ini.

Aksi Aya  Saat Berada di Sirkuit
Salah Satu Aksi Aya Saat Berada di Sirkuit

Aya mengaku senang menjadi salah satu pembalap perempuan Banten. Banyak hal positif yang didapatkannya. Selain prestasi dan trophy, ia juga merasa mendapatkan banyak teman dan saudara dari balap. Untuk tips, Aya tidak pelit, urbaners. Buat kamu perempuan Banten yang ingin mengikuti jejak Aya, kamu disarankan untuk terus berlatih. Selain latihan langsung menggunakan motor, kamu juga harus melatih fisikmu. Padatkan juga jam terbang atau ikut kejuaraan-kejuaraan untuk melatih mental.

Meskipun saat ini Banten belum memiliki fasilitas untuk berlatih, tapi Aya berharap dengan banyaknya bibit-bibit muda berprestasi, pemerintah akan berpikir ulang untuk menyediakan fasilitas berlatih.

“Harapannya sih, Banten punya sirkuit biar para pembalap-pembalap Banten lebih giat berlatih dan bisa mengharumkan nama Banten baik di ajang nasional, maupun ajang internasional,” pungkas perempuan berzodiak Pisces ini.

Nah urbaners, siapa yang mau ikut balapan bareng Aya?

Komentar

TIDAK ADA KOMENTAR