Halo urbaners. Setelah “Om Telolet Om” yang mendunia dan menjadi kebahagiaan semua orang, kabar menyedihkan di penghujung tahun datanh dari grup duo Banda Neira. Grup duo yanh mulai dikenal khalayak pada 2012 dan dimotori Rara Sekar dan Ananda Badudi ini menyatakan pembubaran diri melalui akun media sosialnya pada 23 Desember 2016.

Begini cuplikan pengumuman resmi dari Banda Neira:

Setelah menempuh diskusi yang panjang nyaris setahun lamanya, akhirnya kami sampai pada sebuah kesepakatan. Kami bersepakat untuk tidak meneruskan Banda Neira.

Bukan hal yang mudah membubarkan Banda Neira, terlebih kini karya Banda Neira bukan hanya milik kami berdua, tapi juga milik kalian para pendengar.

Namun keputusan sudah bulat. Setelah menimbang-nimbang semua kemungkinan, kami yakin dari semua opsi yang ada ini adalah keputusan paling baik.

Dengan berat hati, melalui surat ini kami umumkan bahwa kami telah bersepakat untuk berpisah dan mengakhiri perjalanan Banda Neira.

Kami meminta maaf sebesar-besarnya karena tidak bisa memenuhi harapan teman-teman yang ingin kami bisa terus bermusik bersama.

Kami hanya bisa berterima kasih sebanyak-banyaknya buat semua pendengar juga teman-teman yang banyak berperan dalam perjalanan Banda Neira. Semoga segala apresiasi, dukungan, kehangatan dan pertemanan yang kami dapatkan dari teman-teman dibalas dengan kebahagiaan dan kebaikan yang berlimpah.

Terima kasih telah menjadi bagian penting dalam hidup kami. Sebuah kenangan yang akan selalu mengiringi ke manapun kami melangkah selanjutnya.

Salam,

Ananda Badudu dan Rara Sekar

23 Desember 2016

Menanggapi pengumuman pembubaran ini, pendengar Banda Neira langsung meresponnya melalui tagar #terimakasihbandaneira. Cerita awal mula mengenal Banda Neira, kesedihan pembubaran grup duo yang didirikan pada 2012 ini, hingga permintaan konser terakhir dilontarkan para pendengar.

Misalnya saja seperti yang dilontarkan akun @wiranagara ini: “Kaget. Sedih. Namun hidup harus terus berjalan. Atas nada yang telah memeluk berjuta telinga, #TerimaKasihBandaNeira, kau abadi di hati..”

Begitu pula dengan akun @qnthr: “Penyesalan terbesar gue belom nonton konsernya Banda Neira. Sedih dan makin sedih setelah dengerin lagunya. #TerimaKasihBandaNeira”

Akun @jalieur juga melontarkan hal yang sama. “#TerimaKasihBandaNeira Atas musik yg teduh seperti hujan di mimpi. Musik kalian tak akan sia-sia, karena yang sia-sia akan menjadi makna.”

Sementara akun @arman_dhani memposting beserta lirik lagu dari duo yang pernah menelurkan mini album Di Paruh Waktu (2013), album Berjalan Lebih Jauh (2014), mini album yang diambil dark konser Kita Sama-sama Suka Hujan (2015), dan album Yang Patah Tumbuh Yang Hilang Berganti pada awal tahun 2016 itu. “#TerimaKasihBandaNeira untuk setiap harapan yang diberikan.”

Nah, urbaners, yuk sama-sama ucapkan terima kasih pada Banda Neira. Meski belum sempat menonton konsernya, tapi lagu-lagunya sudah sampai di telinga. Dan meskipun bubar, lagu-lagunya akan tetap menjadi bagian di telinga, #terimakasihbandaneira.

Komentar

TIDAK ADA KOMENTAR