Banten Memilih, Gerakan Kolaborasi Pemuda Banten Menyambut Pilkada

Halo Urbaners! Kita semua tahu, sebentar lagi Banten akan mengadakan Pemilihan Kepala daerah atau Pilkada, sejauh ini mungkin banyak dari kita yang apatis dengan Pilkada, apalagi terhadap janji-janji pemimpin yang kalau sudah menjabat lupa akan janji-janjinya. Lalu, ada juga yang masyarakat kurang mengerti dengan cara kerja Pilkada, seiring dengan hal-hal itu, puluhan muda-mudi di Banten membuat satu gerakan yang ingin mensukseskan Pilkada dari awal hingga nanti turut mengawal janji-janji pemimpin terpilih saat menjabat, yaitu Banten Memilih.

Berawal dari sebuah diskusi lintas mahasiswa Banten Febuari 2016 lalu, terbentuklah satu gagasan gerakan bernama Banten Memilih, setelah diskusi tersebut Juni 2016 barulah gerakan ini mulai berjalan dengan adanya pengurus dan membentuk struktur. Visi dari Banten Memilih pun jelas, ‘Terpilihnya pemimpin daerah terbaik dari proses pemilihan yang berlangsung dengan baik’. Dengan visi tersebut, mereka mengingkan Pilkada yang bersih dan sesuai fungsinya, sehingga akan menghasilkan pemimpin yang baik pula.

Ditemui di basecamp Banten Memilih, Hana Maulidia sebagai pengurus mengatakan, sejauh ini baru dilakukan sosialisasi dari medsos. “Kalau sosialisasi baru dari Instagram dan Line di @BantenMemilih. Karna menurut kita, sebelum terjun ke lapangan, medsos merupakan alat yang ampuh buat sosialisasi,” tutur wanita berjilbab ini.

Hana menambahkan, Banten Memilih memiliki 6 misi untuk mencapai visi diatas. “Banten Memilih memiliki 6 misi, yaitu Kolaborasi, Koordinasi, Informasi, Edukasi, Kajian, dan Kawal,” jelas Hana yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Future Leader Anti Corruption.

Berdasarkan penjelasan Hana, Kolaborasi itu berarti kita harus berkolaborasi dengan organisasi pemuda atau organisasi kemahasiswaan yang lain. Lalu ada koordinasi, yaitu merupakan misi menjaga keterkaitan terhadap organisasi atau kelompok yang berhubungan dengan Pilkada seperti KPU, Bawaslu, Organisasi Masyarakat, Partai Politik, Lembaga Survey, Lembaga Kajian, dan lain lain.

Lalu ada informasi, yaitu misi menyebar luaskan info terkait calon pemimpin, visi misi, rekam jejak, grand design, atau yang lainnya. Untuk Edukasi yaitu memberi edukasi kepada masyarakat khususnya pemilih pemula untuk lebih peduli dan paham tentang Pilkada.

Sedangkan kajian sendiri adalah mengkaji masalah dan potensi yang dimiliki oleh Banten untuk kemudian dapat memberi rekomendasi kebijakan. Kalau Kawal, misi yang satu ini jelas melakukan pengawalan untuk Pilkada agar berlangsung sesuai asas yang berlaku.

Gerakan yang memiliki target pemilih pemula dan pemilih muda ini juga secara berkala akan melakukan diskusi-diskusi terkait Pilkada. Seperti yang mereka lakukan pada Sabtu 12/11 di Ginger Box, Serang.

Ditemui setelah diskusi, Indra, salah seorang pengurus Banten Memilih mengatakan pentingnya diskusi-diskusi seperti itu. “Diskusi seperti tadi sangat penting ya, jadi kita sebagai pengurus pun lebih matang lagi pengetahuan tentang Pilkada, yang pasti akan dilakukan secara berkala sih biar lebih mantang lagi,” kata Indra.

Banten Memilih dengan basis mahasiswa yang notabene memiliki pengalaman public speaking yang baik, diharap mampu untuk menggunakan pengalamannya itu ke masyarakat luas. “Basis kita kan sebagian mahasiswa juga bekas mahasiswa, hehe, dulu saat promosi kampus ke sekolah-sekolah bisa ngomong, nah itu modal buat kita ngomong ke masyarakat tentang Pilkada ini,” imbuh pria yang memiliki coffeshop ini.

Meski gerakan ini independen, tapi tak menyurutkan mereka untuk terus bergerak loh, urbaners. Banten Memilih pada 3 Desember 2016 nanti membuat acara perdana mereka di Bale Budaya Pandeglang bernama Youth Voice Festival.

“Acara itu nanti ada lomba Mural, Theater, juga Band. Dari serangkaian acara itu intinya kita ngajak yang dateng berpartisipasi buat memilih, juga ngajak peduli terhadap Pilkada. Jadi, sosialisasi kita berjalan secara menyenangkan dan tidak melulu formal,” papar Indra.

Sementara itu, ditemui di tempat yang sama, Faiz, salah seorang pengurus mengatakan kalau Instansi terkait Pilkada respect dan menyambut baik dengan terbentuknya Banten Memilih ini. “KPU, Bawaslu, respect ke kami, tapi mereka berpesan kalau mau sosialisasi bukan di tempat yang sudah pernah mereka jangkau, melainkan ke tempat yang belum terjangkau seperti komunitas-komunitas,” kata Faiz.

Nah urbaners, sedikit bocoran tentang diskusi Banten Memilih pada Sabtu 12/11 lalu, diskusi tersebut bertema ‘Membangun Harapan Melalui Pilkada’. Diikuti puluhan muda-mudi, diskusi tersebut bertujuan untuk menghilangkan stigma dalam Pilkada juga untuk bagaimana idealnya Pilkada berlangsung.

“Selain menghilangkan stigma terhadap Pilkada, diskusi tadi ngebahas Pilkada itu idealnya kaya apa sih, terus kalo belum ideal, kita harus ngapain,” jelas Faiz.

Kalau soal daerah sosialisasi, Banten Memilih cenderung ke Lebak, Pandeglang, Serang, dan Cilegon. Sedangkan Tangerang sudah memiliki organisasi yang mungkin hampir sama dengan Banten Memilih yaitu, Untuk Banten. Untuk Banten merupakan gerakan turunan dari komunitas Turun Tangan di Tangerang yang sama-sama peduli dengan Pilkada.

Faiz menambahkan kalau Banten Memilih sudah bekerjasama dengan Untuk Banten. “Kita konsen ke Lebak, Pandeglang, Serang dan Cilegon, kita gak ke Tangerang, karna disana udah ada Untuk Banten. Tujuan kita sama kok, dan akan saling bekerja sama tentunya,” jelas Faiz.

Gimana urbaners, masih cuek terhadap Pilkada? Atau apatis terhadap calon pemimpin? Kamu harus kenal lebih dalam lagi sama Banten Memilih, kalau mau kepoin akun-akun mereka di @BantenMemilih, juga bisa di web mereka www.bantenmemilih.org. Ayo urbaners, jangan cuek sama Pilkada!

Komentar

TIDAK ADA KOMENTAR