Band Banten

Halo Urbaner, kita akan ngebahas sebuah band beraliran grindcore yang baru saja (05/2017) meluncurkan album barunya. Mungkin kalian yang berasal dari Kota Serang bakalan gak asing lagi dengan band yang satu ini nih! Band ini bernama Bjorn dari Kota Serang.

Bjørn terbentuk pada November 2015 oleh Wendy (Vocal) Irfan (Guitar) Fajar (Bass) Rizki bond (Drum). Mereka memutuskan untuk memainkan musik yang straight to the point tanpa basa-basi, atau lebih dikenal dengan aliran grindcore.

Musik yang Bjørn mainkan seperti Rotten Sound, Napalm Death dan Nasum. Nama Bjørn berasal dari bahasa Norwegia yang berarti beruang. Bjørn sendiri dipilih sebagai nama band atas usul dari Wendy yang disepakati oleh semua personil.

Di akhir tahun 2015 sampai 2016 Bjørn mulai aktif manggung diberbagai gigs lokal hingga luar kota, dan berhasil masuk kedalam 3 besar mewakili kota Serang diajang festival musik underground yang diselenggarakan di kota Bandung tahun 2016.

November 2016 akhirnya memutuskan untuk membuat debut album perdananya, proses rekaman di studio EC3 milik Fajar EDANE di Rawamangun atas referensi dari sahabat kami Ade NOXA, lalu proses mixing & mastering dilakukan di Noiseblast pada bulan Februari 2017.

Debut Album

Sebelum berbicara lebih jauh mengenai warna musik yang akan sajikan dalam album terbaru Bjorn kita akan membahas cover album dari Bjorn yang  bergambar badak atau rhinoceros.

Sesuai dengan judul album yang bertajuk “Save the rhinoceros” badak yang terbentuk dari komputer bekaspun dipilih sebagai ilustrasi cover album, Wendy mengatakan “Awalnya kita emang gamau masukin gambar badak asli atau kartun, gue pengen naro yang beda tapi pesannya tetep dapet. Jadi tempat biasa gue ngelapak bareng kawan-kawan perpusjalanan disana ada tumpukan komputer berbentuk badak dan disitu gue mikir kenapa gak ini aja yang jadi cover album oke juga , setelah itu gue kontek anak-anak  dan mereka setuju dengan ide itu jadi yaudah deh”.

Hal menarik lainnya adalah dimana band indie sekarang jarang mengeluarkan fisik berupa kaset tape atau CD, tapi justru Bjorn berani mengeluarkan album ini dalam bentuk CD, “karena gue masih yakin rilisan fisik itu immortal (abadi) dari jaman eyang kakung gue & bokap main vinyl, cassette tape sampe ke cd sekarang pun masih ada kan?hehe , jadi walaupun banyak pemutar lagu streaming online udah  banyak tetep sebagai penikmat musik rilisan fisik bakalan dicari tapi kedepannya gue juga bakal naro di online Cuma belum tau kapan” tambah sang vokalis.

Debut album perdana Bjørn ini berisikan 10 lagu, ketukan cepat akan membuat telinga para pendengarnya serasa “digrinda”, lirik tegas dan langsung menuju inti yang bercerita seputar sosial politik, kehidupan dan kejadian sehari-hari yang ada pada saat ini.

Memulai debut album dibawah bendera NOISEBLAST RECORD, mereka siap meramaikan dunia musik underground tanah air.

Release Party

Pertengahan tahun 2017 ini mereka sedang mempersiapkan untuk release party debut album mereka yang akan diselenggarakan di Serang, so urbaner yuk kita tunggu event launching mereka!

Save The Rhinocheros (Album)

  1. Dinasti
  2. Nyawa
  3. Save The Rhinocheros
  4. Menolak Emosi
  5. Lahan Basah
  6. Tai Banteng
  7. Selamatkan Bumiku
  8. 2000
  9. Animisme
  10. Inhale/Exhale (nasum Cover)
Komentar

TIDAK ADA KOMENTAR