Halo urbaners! Jaman sekarang ini bisa berbahasa Inggris secara fasih itu sangatlah penting. Selain nilai yang baik, berbahasa Inggris merupakan salah satu faktor atau modal utama untuk mendapat beasiswa ke luar negeri.

Di Cilegon, ada komunitas yang terbentuk Oktober 2016 untuk melatih berbahasa Inggris secara menyenangkan dan tak dipungut biaya. Yaitu, Cilegon English Club (Cecil).

Adalah Swarini Purwadiwangsa, penggagas Cilegon English Club lulusan English Departemen Untirta ini mengaku, untuk memberi ruang terhadap semua orang yang ingin belajaar bahasa Inggris.

“Awalnya ketemu sama teman, namanya kak Aip, dia ngedorong buat bikin project sesuai passion aku. Kebetulan aku kan lulusan sastra Inggris, nah Cecil ini terbentuk untuk teman-teman yang ingin belajar bahasa Inggris secara menyenangkan dan gratis!” kata perempuan yang kerap disapa Swa ini.

Kegiatan yang dilakukan rutin seminggu sekali ini biasa diikuti oleh belasan muda-mudi. Swa mengatakan tak ada resep khusus untuk berbagi ilmu bahasa Inggris dalam Cecil ini.

“Di Cecil ini, kita pakai tagline we dont speak grammar, we speak the truth! Atau mari kita lupakan grammar dalam berbicara bahasa Inggris, kita bicara kebenaran,” imbuh Swa.

Berjalan selama 3 bulan, Cecil sendiri setiap minggu berganti tema. Semisal, minggu ini bercerita tentang sesuatu hal yang disuka, minggu selanjutnya bercerita tentang masa kecil, lalu bercerita tentang pengalaman baik / buruk, dan sebagainya. Dalam diskusi, Swarini akan membantu memilih diksi atau grammar yang tepat untuk suatu kalimat.

Selain bercerita dalam bahasa Inggris, Cecil juga memiliki segmen game on, berupa bermain dengan gameboard, karaoke in english, juga games-games lain yang menggunakan bahasa Inggris. Hal ini dilakukan untuk menstimulasi aktivitas otak agar lebih dapat menyerap informasi.

Salah seorang partisipan, Ali (23) mengatakan bahwa Cecil ini sangat menarik untuk selalu diikuti, namun sayang selama ini kurang dalam hal sosialisasi.

“Saya baru sekali ini ikut Cecil, dan cukup menyenangkan. Namun sayang, sosialisasi acara ini kurang meluas, jadi mungkin sarannya untuk Cecil yaitu lebih digiatkan dan disebarkan lagi sosialisasi tentang acara, agar partisipan bisa lebih banyak lagi,” kata Ali saat ditemui usai Cecil, Selasa 24/1.

Sementara itu, Swarini mengatakan kesulitan-kesulitan dalam Cecil sendiri yaitu menyatukan suasana antara orang yang belum bisa dan yang sudah bisa berbahasa Inggris.

“Menghandle banyak orang dengan kemampuan orang beda itu satu kesulitan, yang sudah bisa bahasa Inggris takut bosen kalau bahas itu-itu saja, sedangkan kalau bahas yang expert, yang belum bisa terlalu sulit untuk mengikuti. Tapi, dengan adanya game on, semua bisa disatukan secara menyenangkan,” ungkapnya.

Setiap selasa, Cecil dilakukan antara di 2 tempat, Rumah Baca 0254 atau Tupperware Cilegon. Untuk bisa mengikuti atau mendapat info lanjut tentang komunitas ini bisa diikuti di akun Instagram @cilegon.cecil.

Sedikit melihat dari sisi lain, belajar berbahasa Inggris di suatu lembaga pembelajaran, bisa merogoh kocek yang cukup banyak, maka Cecil merupakan solusi untuk urbaners yang ingin belajar bahasa Inggris. Tunggu apa lagi urbaners, yuk gabung Cecil!

Komentar

TIDAK ADA KOMENTAR