Bantenurban.com | Banten media online – Jalan kaki memberikan banyak sekali manfaat baik untuk fisik seseorang maupun untuk lingkungan sekitar seperti mengurangi polusi dan mengurangi kemacetan. Jangan khawatir pemerintah sejak dahulu telah memberikan fasilitas bagi pejalan kaki, yaitu trotoar.  bagi pejalan kaki di trotoar tenang saja, tidak perlu takut dan terganggu , kalian telah dilindungi oleh undang-undang yang jika menggangu hak pejalan kaki akan di pidana bahkan didenda sampai puluhan juta. berikut penjelasan lengkapnya.

Trotoar merupakan salah satu fasilitas pendukung penyelenggaraan lalu lintas dan angkutan jalan di antara fasilitas-fasilitas lainnya seperti: lajur sepeda, tempat penyeberangan pejalan kaki, halte, dan/atau fasilitas khusus bagi penyandang cacat dan manusia usia lanjut sebagaimana yang dikatakan dalam Pasal 45 ayat (1) Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (“UU LLAJ”).

Penting diketahui, ketersediaan fasilitas trotoar merupakan hak pejalan kaki yang telah disebut dalamPasal 131 ayat (1) UU LLAJ. Ini artinya, trotoar diperuntukkan untuk pejalan kaki, bukan untuk orang pribadi.

Ada 2 (dua) macam sanksi yang dapat dikenakan pada orang yang menggunakan trotoar sebagai milik pribadi dan mengganggu pejalan kaki:
1. Ancaman pidana bagi setiap orang yang mengakibatkan gangguan pada fungsi perlengkapan jalan adalah dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp24.000.000,00 (dua puluh empat juta rupiah) (Pasal 274 ayat (2) UU LLAJ); atau
2. Setiap orang yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan gangguan pada fungsi Rambu Lalu Lintas, Marka Jalan, Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas, fasilitas Pejalan Kaki, dan alat pengaman Pengguna Jalan, dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah) (Pasal 275 ayat (1) UU LLAJ).

sekali lagi jangan khawatir ada gangguan jika mengunakan trotoar dan semoga pemerintah lebih bisa menegakan peraturan yang satu ini yang nyaris belum pernah mendengar di denda sampai jera.

Komentar

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR


*