Hai, urbaners, kalau lo ngaku sebagai anak musik banget, jangan sampai ga kenal sama sosok yang bakal kita kenalkan sama kalian kali ini. Untuk ukuran pencinta musik di Banten khususnya kota Serang, sepertinya telinga kalian sudah tidak asing lagi jika mendengar nama Carix. Yup, dia adalah seorang pemain serta seniman pembuat gitar asal Serang Banten.

Untuk ukuran skill dalam bermain gitar, kemampuan pria yang memiliki nama lengkap Yudi Hermawan ini sepertinya sudah tidak perlu diragukan lagi. Kalau urbaners sempat menyaksikan beliau memainkan gitarnya, lick lagu blues dengan scale pentatoniknya seperti sudah melekat pada jemarinya. Yup, BLUES memang aliran yang ia pilih untuk menemani harinya dalam bermusik!

Seperti sudah jatuh cinta terhadap musik dan gitar, usaha yang beliau pilih juga ternyata masih dalam lingkup dunia musik dan gitar. Beliau memiliki sebuah workshop bengkel gitar dan pembuatan gitar kustom. ‘EDMARS’, itu merupakan brand yang digunakan beliau untuk nama bengkel dan gitar-gitar yang dibuatnya.

Ketika ditemui oleh tim bantenurban.com di kediaman yang juga menjadi tempat workshop gitarnya di Jalan Kalimaya Blok T No. 19, Ciwaru, Serang, Banten. Beliau bercerita kalau EDMARS sendiri sudah berjalan sejak 2014. Selama dua tahun berjalan hingga saat ini total sekitar 100 gitar yang telah dibuatnya. Sebelumnya beliau berkerja sama dengan seorang luthier yang juga temannya di daerah Serdang. Setiap ada pesanan, beliau membawanya ke workshop milik temannya tersebut.

“Dulu, setiap ada pesenan, gua bawa naik motor ke serdang. Ke bengkelnya, Anton temen gua. Lambat laun, makin banyak permintaan yauda memutuskan untuk membuat workshop sendiri disini,” Ujarnya.

Oiya FYI nih, brand ‘EDMARS’ sendiri bukan nama yang muncul begitu saja. Melainkan kombinasi nama kedua orang tua beliau. Nama tersebut juga dirajahkan dengan rapi di lengan tangan beliau.

Ada cerita menarik, ternyata alat yang dimiliki dan digunakan beliau pada saat memulai workshop ini adalah sebuah pahat! Iya, pahat! Beliau bercerita bahwa pekerjaan yang dia lakukan pertama adalah untuk sebuah gitar Ibanez jepang yang ingin diganti tremollo-nya. Bermodalkan pahat, beliau mengerjakan pesanan tersebut. Dari hasil pekerjaan itu, beliau bisa membeli sebuah bor. Sampai sekarang pahat yang pertama beliau gunakan masih disimpan di bengkelnya.

“Sampai sekarang pahatnya masih ada, tuh. Gue simpen aja.” Ujar pria yang mengaku menyukai Blues sejak tahun 1998 ini.

Selain pahat yang menjadi alat yang beliau miliki untuk pertama kalinya, dalam hal pendanaan workshop yang dibangunnya, beliau mengaku bersumber dari penjualan beberapa gitar yang dimilikinya. Ia tidak khawatir perihal gitar koleksi yang telah dijualnya. “Ah, gue tinggal bikin lagi aja kalau mau.” Tuturnya sambil sesekali memakan molen yang dibawa oleh seorang temannya beliau berseloroh.

Untuk gitar kustom, harga untuk sebuah gitar tergantung spesifikasi pemesannya. Ada yang mulai dari 2 juta, ada juga yang lebih. Semua harga itu tergantung permintaan dari konsumen. Untuk ukuran gitar kustom yang nantinya akan nyaman di tangan lo serta untuk menemani jemari urbaners memainkan lagu kayanya harga segitu tidak terlalu mahal.

Selain banyak yang memesan gitar, yang mereparasi gitar pun tidak kalah banyak. Saat tim bantenurban.com menemui beliau pun, datang seorang kawan membawa gitar yang ingin diperbaiki. Bahkan menurut beliau, mereparasi gitar biayanya akan sama besar seperti membuat gitar tersebut dari awal, apalagi jika kondisinya sudah jauh dari baik.

Untuk reparasi ringan, biaya yang urbaners keluarkan akan menyesuaikan dengan part yang sudah rusak. Sementara jika urbaners memiliki gitar kesayangan, dan gitar itu terbelah menjadi dua bagian, di tempat ini pun urbaners bisa mereparasinya menjadi seperti semula. Dengan biaya yang berbeda tentunya ya, brur.

Oiya, urbaners. selain gitar, ternyata beliau juga bisa membuat alat musik perkusi yang bernama Cajon. Biaya pembuatan Cajon di tempat ini mulai dari harga Rp 400.000 saja nih, brur.

Untuk proyek kedepannya beliau mengatakan selain masih fokus mengerjakan pesanan gitar kustom, tidak lama lagi rencananya Ia akan memproduksi brand gitar “Edmars” miliknya dalam jumlah massal. Saat ini memang sudah banyak gitar yang ia buat dan tersebar di pulau jawa bahkan hingga bali.

Oke sekarang lo menjadi kenal kan dengan luthier yang satu ini. Bagi urbaners yang ingin mereparasi gitar atau bahkan ingin punya gitar kustom agar berbeda dengan yang ada di pasaran, urbaners bisa datang ke sini. Nggak Cuma reparasi dan membuat gitar, urbaners juga bisa sharing seputar dunia musik dan gitar di sini.

Komentar

TIDAK ADA KOMENTAR