Halo urbaners! Siapa diantara kamu yang gak tahu Standup Comedy? Semua pasti tahu kan genre komedi yang satu ini. Sejak pertengahan 2011 Standup Comedy mulai viral di Indonesia, yang kemudian tumbuhlah komunitas-komunitas di banyak kota di Indonesia.

Nah, urbaners, tahu gak pemuda asal Serang yang sekarang cukup terkenal di dunia Standup Comedy Nasional? Yup, dialah Gebi Ramadhan, 5 besar kompetisi Standup paling bergengsi di Indonesia, SUCI season 6 Kompas TV.

Gebi yang memulai karir standupnya dari awal 2012 itu, kini sudah kemana-mana untuk menghibur masyarakat. Ia pertama kali openmic di Standup Untirta yang waktu itu berlokasi di Hotel Permata (sekarang the Royale Krakatau). Oya, openmic itu panggung kecil untuk komika mencoba materi ya, urbaners.

“Kalo openmic mah pertama kali awal 2012 di Hotel Permata, udah pede lucu sih, ternyata cuman dapet ketawa kecil, kaya gaji guru honorer, kecil, haha. Kirain openmic gampang, ternyata ya lumayan sulit untuk pemula. Tapi kalo ngebanyol mah udah dari TK, bikin ketawa temen-temen, niruin gaya guru, jadi mental ngelucu udah ada dari kecil, ” kata pria pemilik akun @geboy_ ini.

Influence Gaby Ramadhan

Kalau melihat kebelakang, ketertarikan Gebi terhadap dunia Standup tak lepas dari video Standup Raditya Dika, salah satu pendiri komunitas Standup Indo. 2011 memang video-video Raditya Dika yang menjadi poros komika-komika untuk mengenal dunia Standup. Setelah tahu lucunya, hampir setiap hari Gebi nonton video-video Standup komika lain seperti Pandji Pragiwaksono, Rian Andriandhy, Ernest Prakasa,  dan Isman HS. Dan sebenarnya, kelima komika diatas itu adalah pendiri komunitas Standup Indonesia.

Kerja keras memang tak bisa membohongi hasil, berbgai panggung Standup sudah dilalui, hingga pertengahan 2015 Gebi sempat mendapat kesempatan tampil di TV Nasional bersama Standup Serang di acara Standup Liga Komunitas Kompas TV. Tampil baik dan all out di acara tersebut, Gebi mulai mendapat nama.

Namun, tak semuanya berjalan seperti yang diharapkan, Ia pernah tampil standup dan gak lucu, dampaknya pun sempat bikin Gebi ingin berhenti Standup.

“Kalo tampil gak lucu mah sering banget, tapi yang paling kerasa efeknysa sih ngebomb di lomba standup comedy yang cukup besar, cuma karena banyak dapet masukan dan motivasi, akhirnya lebih milih ambil jadi pelajaran berharga untuk perbaiki diri. Sampe sekarang pun masih ada aja ngebombnya, setiap panggung ke panggung gue selalu belajar dan ingin terus tumbuh,” tutur Gebi. Oya, ngebomb itu istilah jika komika garing atau gak lucu saat di atas panggung, ya, urbaners.

Perjalanan dari Audisi Sampai Sukses

Lebih lanjut, Gebi bercerita bagaimana Ia bersusah payah untuk dapat mengikuti audisi-audisi komeptisi yang penyelenggaranya adalah TV nasional, mulai dari Street Comedy Metro TV, Komik Selebriti MNC TV hingga SUCI 6 Kompas TV.

“Dari 2013 sampe 2015 ikut terus Street Comedy, mungkin komika-komika udah pada tau street comedy gimana, pencapaiannya lolos play off jabodetabek di 2015, jadi 4 besar di Komik Selebriti, terakhir 5 besar SUCI itu,” jelas pemuda lahiran Serang, 22 Febuari 1994 ini.

“Mungkin udah diatur sama Allah ya, gue sebenernya gak pengen berangkat waktu itu karna bangun kesiangan, yang lain jam 9 pagi udah di Serang timur, gue baru bangun. Tapi ditungguin sama anak-anak, sampe di Jakarta belum cetak foto segala macem, dan dapet jatah audisi jam 1 malem, Alhamdulillah dapet golden tiket dan akhirnya ditelpon jadi 16 besar SUCI 6 Kompas TV,” lanjut Gebi.

Materi dan Bahan yang diangkat

Semakin kesini, materi Gebi pun semakin memiliki persona yang kuat, membawakan keresahan sehari-hari, kejujuran yang ada, curhatan dari teman, hingga harus observasi atau riset. Tapi, kalau diberi tema, Gebi mengaku siap mengulik tema yang disediakan. Perlu diketahui, beberapa materi Gebi yang membawa ciri khas Banten, seperti Sate Bandeng, Jembatan putus di Lebak, Kepandean, dan lain lain.

Sepanjang perjalanan setelah Gebi keluar dari SUCI pun terus menambah pengalaman baru dan tentunya ada yang unik, seperti saat tampil ada walikota lewat, hingga tampil outdoor kehujanan sehingga harus dipayungi.

Dicuekin, Ujan dan Dampak Lain jadi Public Figure

“Pengalaman unik sih pas gue manggung di Semarang, panggungnya outdoor, tiba-tiba ada Walikota lewat, penonton otomatis gagal fokus, terus ditambah ujan, jadi standup sambil dipayungi orang, haha,” paparnya sambil tertawa mengenang.

Ia pun merasakan dampak yang begitu signifikan setelah menjadi public figure di dunia komedi.

“Sekarang jadi makin dikenal banyak orang, ngerubah taraf dan financial hidup, hehe, bisa ngebanggain orang-orang terdekat yang selalu support, dan yang penting tetap bermental penghibur,”

Nah urbaners, Gebi mau berbagi pengalaman buat kamu yang mau jadi komika.

“Kalo memang serius mau jadi comic, jangan mudah puas, jangan sekali tampil pecah terus jadi besar kepala, harus siap ngalamin jatuh bangunnya jadi comic, bukan cuman punya materi komedi yang siap tapi juga harus punya mental yang siap juga. Jangan berhenti belajar, nulis, dan mencoba di panggung manapun. Berusaha selalu tampilin yang terbaik dan niat yang utama, menghibur, semangat!” kata Gebi.

Sedangkan untuk Standup sendiri di Banten, harapan Gebi tak terlalu muluk-muluk, namun butuh kerja keras penggiat Standup untuk bisa menjalankannya.

“Harapannya sih Standup Comedy di Banten umumnya, dan Serang khususnya, baik dari segi comicnya, panggungnya / show, dan peminatnya harus terus ada dan dihargai dengan layak, jadi Standup akan terus ada,” harap Gebi yang sedang bergelut dengan skripsi ini.

Gimana urbaners? Sosok urban kali ini cukup menginspirasi kan? Dengan kerja keras, dan konsistensi, semua pekerjaan atau hobi pasti akan mencapai titik suksesnya. Kalo kamu mau ketemu Gebi atau berminat gabung ke Standup Serang, datang aja ke openmic Standup Serang, setiap Sabtu Malam di X Corner Cafe Ciracas, Serang.

Komentar

TIDAK ADA KOMENTAR