Urbaners, tau kan kemarin bertepatan dengan Hari Bela Negara, kita memiliki pecahan Rupiah baru tahun emisi 2016? Dan tentunya selain design, gambar pahlawannya pun ada beberapa yang diganti. Peresmian uang rupiah ini langsung dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Dilansir dari bi.go.id, kesebelas uang rupah ini terdiri atas 7 pecahan uang rupiah kertas yaitu pecahan Rp. 100.000, Rp. 50.000, Rp. 20.000, Rp 10.000, Rp. 5000, Rp 2.000 dan Rp. 1000. Sementara  dan 4 pecahan uang rupiah logam terdiri atas pecahan Rp. 1000, Rp. 500, Rp 200 dan Rp. 100.

Nah, kali ini bantenurban.com akan mengulas para pahlawan yang gambarnya ada di 7 uang rupiah kertas terbaru. Siapa saja sih pahlawan yang ada dalam ke-11 pecahan uang rupiah kali ini dan bagaimana sepak terjangnya? Jangan sampai lupa seperti di Voxspop Banten Urban edisi Hari Pahlawan itu, ya. Hihihi.

  1. Soekarno dan Moch. Hatta di pecahan uang Rp. 100.000

Presiden Ir. Soekarno dan Wakil Presiden Moch. Hatta, masih menduduki uang pecahan Rp. 100.000, urbaners. Awas jangan sampai keliru lagi, ya. Warnanya pun masih didominasi warna merah seperti uang pecahan Rp. 100.000 terdahulu. Bedanya, di desain baru ini duo proklamator itu tampak elegan, meskipun tidak terlalu formal. Tidak perlu dijelaskan lagi sepak terjang keduanya, bukan? Tidak hanya itu saja, di bagian belakang uang ini pun terdapat gambar penari Topeng Betawi. Kamu masih ingat gambar apa yang ada di pecahan Rp. 100.000 terdahulu? Yup! Kemegahan gedung DPR/MPR Republik Indonesia.

  1. Djuanda Kartawidjaja di pecahan uang Rp. 50.000

Kalau di uang pecahan Rp. 50.000 lalu ada I Gusti Ngurah Rai, di pecahan uang yang baru ini ada Ir. Djuanda Kartawidjaja. Kalau I Gusti Ngurah Rai dari Bali, Ir. Djuanda Kartawidjaja ini asli Jawa Barat, tepatnya Tasikmalaya, urbaners. Yuk, kita kebet lagi buku sejarah lagi. Kamu pasti ingat perundingan dengan Belanda di Den Haag pada 23 Agustus hingga 2 November 1949. Yup! Konferensi Meja Bundar. Saat itu Ir Djuanda bertindak sebagai Ketua Panitia Ekonomi dan Keuangan delegasi Indonesia. Kalau masih pusing juga, yang paling dekat saja, Deklarasi Djuanda. Deklarasi yang dikeluarkan putra pasangan Raden Kartawidjaja dan Nyi Mona ini saat ia menjabat sebagai menteri pada 13 Desember 1957. Isinya yaitu mengenai perluasan batas territorial perairan Indonesia dari 3 mil menjadi 12 mil laut yang ditarik dari pulau-pulau terluar Indonesia saat surut. Gimana, sekarang udah ingat? Di sebalik gambar Ir. Djuanda di pecahan uang Rp. 50.000 ini ada penari Legong dari Bali dan pemandangan alam pulau Komodo. Sementara di pecahan uang Rp. 50.000 sebelumnya ada gambar Danau Beratan Bedugul. Untuk warna, masih didominasi warna biru, urbaners.

  1. Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi di pecahan Rp. 20.000

Pahlawan yang berada dalam uang pecahan Rp. 20.000 yang didominasi warna hijau ini yaitu Dr. Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi (disingkat, GSSJ Ratulangi). Di uang pecahan sebelumnya, ada lelaki kelahiran Bandung, 31 Maret 1897, Otto Iskandardinata. Sementara GSSJ Ratulangi atau lebih dikenal Sam Ratulangi ini lahir di Tondano, Sulawesi Utara pada 5 November 1890. Siapa sih GSSJ Ratulangi ini? Beliau adalah Gubernur Sulawesi Utara pertama yang dikenal sebagai tokoh multidimensional dengan filsafatnya ‘Si tou timou tumou tou’  artinya, manusia sudah dapat disebut manusia, jika sudah dapat memanusiakan manusia. Di belakang gambar Sam Ratulangi, ada gambar Penari Gong dari Suku Dayak dengan pemandangan alam Derawan, Kalimantan Timur.

  1. Frans Kaisiepo di pecahan uang Rp. 10.000

Dengan dominasi warna ungu, uang pecahan Rp. 10000 ini menampilkan gambar Pahlawan Nasional asal Papua, Frans Kaisiepo. Sepak terjang lelaki kelahiran Wardo, Biak, Papua pada 10 Oktober 1912 ini tidak diragukan lagi, urbaners. Frans Kaisiepo pernah terlibat dalam Konferensi Malino pada 1946 lalu. Dalam konferensi yang membicarakan mengenai pembentukan Republik Indonesia Serikat ini Frans bertindak sebagai wakil dari Papua. Selain itu, Gubernur Papua yang bertugas pada tahun 1964 hingga 1973 ini juga yang mengusulkan nama Irian yang dalam bahasa Biak memiliki arti beruap.  Di belakang gambar lelaki yang namanya juga diabadikan sebagai nama Bandar Udara di Biak ini, ada gambar Penari Pakarena. Tahu dong, tarian ini berasal dari mana? Iya, Sulawesi Selatan. Selain penari cantik itu, ada juga pemandangan Taman Nasional Wakatobi dan bunga Cempaka Hutan Kasar.

  1. KH. Idham Chalid di uang pecahan Rp. 5.000

Di pecahan uang berwarna cokelat yang dipadu dengan krem ini, ada gambar KH. Idham Chalid. Sementara sebelumnya ada Tuanku Imam Bondjol. KH. Idham Chalid sendiri lahir di Satui, Kalimantan Selatan pada 27 Agustus 1921. Sepak terjangnya tidak perlu ditanya lagi, urbaners. Beliau adalah politisi Indonesia yang berpengaruh. Tidak hanya itu, beliau juga pernah menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri Indonesia di Kabinet Ali Sastroamidjojo II dan Kabinet Djuanda. Serta pernah menjabat sebagai Ketua MPR dan Ketua DPR. Selain di dunia politik, KH. Idham Chalid juga aktif dalam kegiatan keagamaan. Buktinya, ia pernah menjabat sebagai Ketua Tanfidziyah Nahdlatul Ulama periode 1956 hingga 1984. Sementara di sebaliknya ada gambar penari Gambyong dengan pemandangan Gunung Bromo dan bunga sedap malam.

  1. Moehammad Hoesni Thamrin di uang pecahan Rp. 2000

Masih didominasi warna abu-abu, uang pecahan Rp. 2000 kali ini menampilkan gambar Moehammad Hoesni Thamrin. Sebelumnya dipecahan uang yang mulai diedarkan pada tahun 2009 ini menampilkan gambar Pangeran Antasari dengan gambar 6 penari Dayak. Nah, di balik uang pecahan uang terbaru ini ada gambar perempuan penari Tari Piring dari Sumatera Barat dengan pemandangan alam Ngarai Sianok dan bunga Jeumpa. Lalu, bagaimana sepak terjang Moehammad Hoesni Thamrin? Lelaki kelahiran Weltevreden, Batavia pada 16 Februari 1894 ini merupakan politisi di era Hindia Belanda. Berayah seorang Belanda dengan ibu orang Betawi, tidak lantas membuat jalan hidupnya tidak penuh perjuangan, urbaners. Kemunculannya dalam dunia politik juga ia mulai dari tingkat lokal Betawi. Ia dikenal sebagai tokoh Betawi dari organisasi Kaoem Betawi. Tidak hanya itu saja, ia juga yang pertama kali menjadi anggota Volksraad (Dewan Rakyat) di Hindia Belanda, wakil dari kelompok Inlanders atau pribumi. Kalau kamu suka pertandingan sepak bola, maka Thamrin juga merupakan tokoh penting dalam dunia sepakbola di zaman itu. Thamrin rela menyumbangkan dana sebesar 2000 Gulden untuk mendirikan lapangan sepak bola khusus rakyat Hindia Belanda di Petojo pada tahun 1932.

  1. Tjut Meutia di uang pecahan Rp. 1000

Uang pecahan Rp. 1.000 kali ini didominasi warna hijau dengan gambar perempuan satu-satunya di 11 uang pecahan yang dikeluarkan Bank Indonesia ini. Dialah Tjoet Nyak Meutia, pahlawan nasional Indonesia kelahiran Keureutoe, Pirak, Aceh Utara pada 1870. Di balik gambar perempuan isteri Teuku Muhammad atau Teuku Tjik Tunong ini ada gambar penari Tifa dari Papua dengan pemandangan alam Banda Neira dan bunga Anggrek Larat. Sepak terjang perempuan yang kemudian dinikahi sahabat suaminya, Pang Nagroe, setelah  Tjik Tunong ditangkap Belanda dan dihukum mati di pantai Lhokseumawe ini frontal, urbaners. Bersama suami barunya yang diberi pesan agar merawat dirinya dan putranya, Teuku Raja Sabi, ia bergabung dengan pasukan yang dipimpin oleh Teuku Muda Gantoe. Sayangnya, di pertempuran dengan Korps Marechausée di Paya Cicem pada 26 September 1910, Pang Nagroe tewas. Tjut Meutia terus melakukan perlawanan dengan menyerang pos-pos kolonial dan terus bergerak menuju Gayo. Saat terjadi bentrokan dengan Marechausée di Alue Kurieng pada 24 Oktober 1910,  Tjut Meutia gugur.

Pertanyaannya sekarang adalah siapa para perempuan penari yang gambarnya tertera di uang kertas terbaru itu? Ada yang tahu? Tinggalkan jawabannya di kolom komentar di bawah ini, ya.

Komentar

TIDAK ADA KOMENTAR