sejarah krakatau

“Hanya mereka yang mengenal trauma, mereka yang pernah di cakar sejarah, tak pernah lupa dan tahu benar bagaimana menerima kedahsyatan dan keterbatasan yang bernama manusia” – Goenawan M.

Tepat 133 tahun silam, gunung yang terletak di Selat Sunda diantara Pulau Sumatra dan Pulau Jawa pernah meletus hingga meledak diri dengan dahsyat, mengemparkan dunia pada masanya.
Menguncang keras dengan beberapa kali dentuman.

Munculnya gejala sejak 20 Mei 1883, saat sebuah kapal perang Jerman yang melintas melaporkan adanya awan debu dan asap setinggi 11 kilometer.
Perubahan iklim yang sempat terjadi akibat debu vulkanik yang menutupi atmosfer, mengakibatkan dunia menjadi gelap selama berhari – hari.
Di selimuti awan hitam tebal dan disertai hujan abu.

Letusan pada 27 Agustus 1883 yang melebihi kekuatan bom Atom yang meledak di Hirosima dan Nagasaki meluluh lantakan dua pertiga bagian utara dari pulau dan mengakibatkan gelombang tsunami serta gempa bumi hingga ke Australia dan menewaskan ribuan korban.

Tersisanya kaldera purba yang masih aktif, mengakibatkan munculnya gunung api (Anak Krakatau) yang mulai menunjukkan aktivitas vulkanik.
Pada tahun 2001 mengalami erupsi awal, hingga sempat mengalami beberapa letusan dari rentang tahun 2012 – 2013 dan terjadi beberapa kali gempa pada tahun 2015.
Hingga saat ini status Gunung Anak Krakatau di tetapkan pada Level II (Waspada).

penulis: dicky
img: http://blog.act.id/

Komentar

TIDAK ADA KOMENTAR