Siapa yang tidak akrab dengan nama Iko Uwais dan Chelsea Islan? Iko yang sudah malang melintang di dunia film action seperti The Raid, Merantau, bahkan sekelas film Star Wars: The Force Awakens kali ini dipertemukan dengan Chelsea Islan yang beberapa waktu terakhir menjadi primadona dalam dunia perfilman Indonesia dalam film “Headshot”.

Soal kemampuan mereka dalam berakting? Tentu diragukan lagi dong. Dipertemukan di film “Headshot” mereka memainkan peranya dengan sangat luar biasa. Berkat jalan cerita dan kemampuan apik para pemainnya, tak segan, IMDB pun memberi rating 7,5 untuk film laga di Indonesia. Bahkan, film produksi Screenplay Infinite films ini banyak mendapatkan respon positif dan diperbincangkan di mancanegara loh urbaners.

“ini kelihatanya bagus, Iko Uwais adalah bintang laga yang hebat, seperti yang bisa kalian lihat” ujar Grace Randolph seorang youtuber yang mengunggah reaksinya lewat akun youtube Beyond Trailer.

Film Headshot dibuka dengan latar belakang penjara, seorang narapidana membantai habis para penjaga penjara, sehingga dapat mengeluarkan satu orang narapidana kelas kakap yang bernama Lee.

Lee yang diperankan oleh Sunny Pang merupakan gembong narkoba yang telah lama menjadi incaran kepolisian. Seorang pria tak dikenal yang kehilangan ingatanya, diselamatkan oleh mahasiswi kedokteran dan memberinya nama Ishmael.

Dokter itu bernama Ailin (Chelsea Islan) yang merawat Ishmael (Iko Uwais) di rumah sakit hingga sadar. Ishmael masih mencoba membalikan ingatnya kembali, latar pantai dibawa oleh Ailin untuk membantu memulihkan ingatanya dimana tempat ini merupakan tempat dimana Pak Romli(nelayan setempat) menemukan Ishmael.

Alur cerita pun mulai memanas disini, ketika Lee di pertemukan oleh koleganya pada sebuah gudang mereka kecewa dengan kinerja Lee dan gerombolanya. Scene laga dimulai, anak buah Lee yang bernama Besi berjaga diluar lalu menghabisi penjaga gudang satu persatu. Maksud hati membunuh Lee, para koleganya tersebutlah yang akhirnya tewas oleh perempuan yang bernama Rika(Julia estelle) dan hanya menyisakan seorang pria yaitu anak buah bos kolega itu  yang diperankan oleh Ganindra Bimo.

Konflik mulai dimainkan, ketika pria tersebut memberikan informasi kepada Lee bahwa terdapat seorang pria yang diselamatkan ke rumah sakit yang katanya sangat dekat dengan Lee. diperjelas disini, ternyata Lee kaget ketika Ishmael masih hidup yang seharusnya sudah tewas ditembak oleh anaknya.

Ishmael sangat dekat dengan Ailin sampai pada saatnya Ailin mengajaknya Ishmael untuk ikut bersamanya ke Jakarta. Saat diperjalanan, bus diganggu oleh anak buah Lee dan berhasil menculik Ailin kesebuah tempat. Ishmael yang tau akan kejadian tersebut, langsung mencari Ailin menuju markas Lee. Disini ingat Ishmael mulai mengingat siapa dirinya.

Menuju markas Lee merupakan hal yang tidak mudah, Ishmael harus dibawa ke kantor polisi yang telah menduga Ishmael lah yang membuat pembantaian disetiap kejadian di kota.

Urbaners mulai disajikan kehebatan Iko Uwais pada scene yang berlatar kantor polisi ini, Iko menggunakan beladirinya untuk menghadapi beberapa musuhnya. Yaitu pasukan yang dikirim oleh Lee untuk meghabisi dia. Ishamel pun melanjutkan misinya menuju markas Lee untuk menyelamatkan Ailin. Kota yang sangat dekat dengan pantai hutan ini mungkin bisa saja menjadi pertanyaan Urbaners untuk mencari tahu dimana lokasi shooting film ini? Yap, Batam lah yang menjadi lokasi film ini.

Subuh yang gelap, Ishmael masuk kedalam hutan untuk menemukan persembunyuian Lee, Ishmael bertemu Besi  dan sumur tua. Karakter Ishamel yang sebenarnya mulai dijelaskan disini oleh Besi, Ishamel adalah Abdi seorang anak kecil yang dibuang kedalam sumur yang hidup berhari-hari yang berhasil keluar dan menjadi seseorang yang kuat.

Lagi dan lagi, aktor laga Iko Uwais beradu akting bela dirinya bersama Very Tri yang berperan sebagai Besi, berhasil mengalahkan Besi. Abdi lalu melawan sahabat kecilnya yaitu Rika, dengan tipuan Rika sebagai wanita dan Abdi yang tidak mau jadi pembunuh lagi, adegan menarik pun tersaji kembali pada film ini.

Abdi yang sempat menyesal karena telah membunuh Rika akhirnya terus melanjutkan untuk menyelamatkan Ailin. Konflik mun memuncak Abdi dipertemukan oleh “Ayah” yang telah mempertemukan Abdi dengan Rika, Besi, Tano dan Tejo  sehingga menjadi saudara. Ayah Lee pun berduel dengan Abdi, Kuda-kuda yang menjadi khas dari Iko untuk menjelaskan pertarungan yang serius ditunjukan discene ini, dengan perlawanan berat Abdi pun mampu menewaskan Lee dan menyelamatkan Ailin. Hujan pun turun dan mengguyur seisi hutan.

Ending Cerita dijelaskan di Jakarta, ketika Ailin dirawat kembali, ia menanyakan seusatu kepada polisi,  akhirnya polisi menceritakan secara singat bahwa Abdi merupakan seorang pembelot dan menajadi informan kepolisian.

Lagi-lagi Iko Uwais mampu memerankan aktingnya dengan baik dan juga kesuksesan semua casting tidaklah lepas dari peranan Uwais Team sebagaai koreografer pada film ini,  semoga film laga Indonesia semakin bisa berkiprah terus di kanca Internasional.

Sutradara : Kimo Stamboel, Timo Tjahjanto
Writer : Timo Tjahjanto
Cinematography: Yunus Pasolang
Julia Estelle as Rika
David Hendrawan as Tejo
Chelsea Islan as Ailin
Epy Kusnandar as Romli
Zack Lee as Tano
Sunny Pang as Lee
Very Tri Yulisman as Besi

Screenplay Infinate film
XYZ film

Komentar

TIDAK ADA KOMENTAR