Siapa yang tidak tahu kisah Dilan dan Milea? Kisah tentang hati dua manusia yang terjalin bersama suasana yang sederhana. Cerita hubungan yang menjadi buku ini berhasil disajikan dengan cerdik oleh Pidi Baiq sebagai penulis. Buku yang terbagi menjadi tiga ini berhasil membuat pembaca terbawa masuk ke dalam setiap halaman buku. Dilan: Dia adalah Dilanku 1990, dan Dilan: Dia adalah Dilanku 1991, merupakan dua bagian buku pertama yang sukses membuat para pembaca ingin mengenal sosok Dilan lebih jauh. Dilan adalah sosok yang lebih mengajarkan kita bagaimana mendapakan hati seorang wanita dengan cara yang sederhana, mungkin lebih tepatnya seperti buku taktik menguasai wanita.

Sempat bertahan lama dengan dua bagian buku  akhirnya bagian ke tiga menjadi kisah penyeimbang dari dua bagian buku pertama. Dua bagian buku yang pertama ini lebih mengambil sudut pandang Milea sebagai sosok yang memperkenalkan cerita sederhana hubungannya bersama Dilan. Dibagian ke tiga ini Dilan hadir sebagai sosok yang akan menceritakan kisah sederhana tentang dua hati muda.

Buku Milea ini bisa dibilang merupakan kunci jawaban atas pertanyaan, kegelisahan, dan keraguan yang dibutuhkan Milea di dua bagian buku sebelumnya. Dilan memberi penggambaran lain dari cerita yang sudah disampaikan oleh Milea di dua bagian buku. Lewat penuturan yang lugas, pembaca akan lebih paham tentang apa yang dipikirkan Dilan sebagai manusia biasa.

Menariknya lagi bagian ke tiga lebih menceritakan tentang persahabatan, keluarga, teman-teman, dan Milea. Semakin kamu masuk ke dalam buku ini semakin kamu mengerti perasaan Dilan dan perlakuannya terhadap Milea. Sudah hal yang wajar jika pembaca ingin mengenal sosok Dilan lebih jauh. Dilan adalah sosok yang berhasil menjadi pusat perhatian bahkan ketika dia sudah menjadi buku.

“Aku hanya selalu berpikir bahwa itu adalah waktu yang baik oleh rasa manis dari kenangan masa lalu yang begitu menyenangkan.” (Hal. 354)

Kutipan dalam buku “Milea: Suara dari Dilan” ini akan mengajarkan bagaimana kita sebagai manusia menghargai sebuah kenangan yang terhubung dengan manisnya masa lalu. Menghargai dua hati muda menjadi semakin lebat oleh waktu yang membuatnya manis.

*karena kenangan terus tumbuh serupa hutan belantara.

Judul: MILEA, Suara dari Dilan

Penulis: Pidi Baiq

Terbit: 2016

ISBN: 978-602-0851-56-3

Penerbit: PT Mizan Pustaka

Halaman: 360

Komentar

TIDAK ADA KOMENTAR