Beberapa bulan lalu, tepatnya Jum’at (31/03/2017) Diskorama Collective Records merilis album kompilasi elektronik yang berjudul Modulasi. Dengan sampul sederhana yang terkesan dengan visual trippy nya, album ini berisikan 11 track yang mencakup berbagai subgenre ala musik elektronik, mulai dari deephouse hingga dubstep. Album kompilasi perdana ini tentunya menjadi sebuah tonggak besar bagi kolektif yang belum setahun berdiri ini untuk menunjukkan kepada masyarakat luas bahwa kawula muda Kota Serang memiliki potensi besar dalam industry musik elektronik. Dalam kesempatan ini, Diskorama Collective Records memanfaatkan sarana penjualan digital untuk memasarkan kompilasinya, seperti iTunes dan Spotify.

cover album diskorama

Diskorama Collective sendiri merupakan suatu gerakan kawula muda yang berfokus pada kegiatan musik elektronik dan berdiri pada awal Januari 2017. Ketidaksengajaan dalam pendiriannya membuat kelompok ini terhitung cukup produktif dalam sekala pembuatan album kompilasi. Tingkat antusias yang cukup tinggi di dalam keanggotannya menunjukkan bahwa penggiat musik elektronik di kota Serang cukup memiliki hasrat dan minat yang tinggi untuk menelaah serta bereksperimen dengan skema musik yang 5 tahun kebelakangan menjadi tren di kalangan anak muda era milenial. Tercatat kurang lebih sudah ada 14 individu yang bergabung dalam kelompok ini.

musik kota serang
sebelah kiri DJ XIE, Nagarjuna (DTRalive), serta Hardi Novian (Hanofake) dalam gigs pertama Diskorama Collective, Kamis (26/01/2017)

Ketika ditemui pada pada Minggu (18/02/2017) lalu, Nagarjuna (DTRalive) selaku pendiri sekaligus pengisi dalam album kompilasi Modulasi mengakui bahwa Diskorama Collective ini merupakan kelompok yang diinisiasikan dirinya bersama Rizky Putra Pratama (Rizkyeputra/Pepe). “Awalnya gue dapet undangan dari gubernur Banten buat ngisi kegiatan seni gitu buat nge-DJ, terus dari situ gue rasa ada apresiasi tinggi bagi penggiat musik elektro, habis itu gue ajak Pepe buat bikin kolektifan,” ungkap pria berambut gondrong ini. Tingginya minat kawula muda dalam skema musik ini juga menjadi alasan bagi Diskorama Collective sebagai sarana bagi produser serta DJ yang ada di Kota Serang.

Baca Juga : Pertunjukan Diskorama Mei 2017

Pada kesempatan wawancara kali itu, Diskorama Collective sudah mengusung 3 kali perhelatan gigs yang dilangsungkan di beberapa ruang nongkrong di kota Serang. Pada gigs pertamanya pada (26/01/2017) lalu, kelompok kolektif ini memanfaatkan House of Salbai 34 yang merupakan tongkrongan dari pencetus Diskorama Collective, Nagarjuna. Sesuai dengan misinya, kelompok ini menyasar ruang umum sebagai tujuan mereka untuk bisa mengenalkan musik elektronik di kerumunan masyarakat Kota Serang. Pepe juga menambahkan, masih kurangnya pengetahuan tentang skema musik yang akrab dikenal dengan EDM di Kota Serang membuat dirinya merasa prihatin dengan pandangan miring tentang musik “ajeb-ajeb” ini. “Pertama sih gue ingin ngubah mindset orang-orang dengan cara muter lagu-lagu ini di tempat umum, salah satunya bikin gigs di tempat umum,” pungkas DJ yang pernah membuka aksi panggung Bla Bla Blast beberapa tahun silam.

Disamping itu, letak geografis Kota Serang yang berdekatan dengan Ibukota Metropolitan dirasa memiliki dampak bagi penikmat skema musik ini terutama generasi milenial untuk mengadopsi budaya subkultur dalam menikmati EDM dengan cara menghadiri party di club-club Ibukota. “Nah gue juga mau ngubah cara pandang ini nih, gak selamanya EDM itu harus party dan dugem, kita buat gimana caranya menikmati musik EDM ala kita yang sesuai dengan budaya di Kota ini.” tambah pria yang juga antusias di dunia otomotif, Pepe. Ekspektasi ini tentunya merupakan program jangka panjang yang harus direalisasikan oleh Diskorama Collective dalam membangun budaya baru dalam skema bermusik. Dalam perjalanannya saat ini, Diskorama Collective sangat berfokus dalam kegiatan internal mereka. Tidak hanya melakukan rutinitas gigs, kelompok ini juga berkonsentrasi penuh terhadap pembelajaran tentang DJ-ing dan Mixing yang baik dan berkualitas.

diskorama
Diskorama Collective crew, Rabu (08/02/2017)

Di dalam kegiatan diskusi sehari-hari, kelompok kolektif ini dirasa cukup beruntung dengan kehadiran punggawa handal yang cukup berkompeten dalam dunia EDM. Salah satunya adalah DJ XIE, seorang lelaki yang sempat beberapa tahun aktif di pertunjukkan club-club Ibukota ini melakukan hijrah kembali ke kota asalnya karena rasa bosan mendera dirinya. “Capek gue bertahun-tahun ngeDJ di dunia malam, duitnya juga habis ngga tau kemana,” keluhnya sembari mengusung suara cekikan halus. Sama dengan Nagarjuna dan Pepe, XIE berpendapat bahwa kolektif ini merupakan sebuah movement seni yang jauh dari hura-hura seperti penikmat EDM pada umumnya. “Mengenalkan musik kaya gini tuh harus pelan-pelan, yang terpenting adalah bagaimana kita bisa membudayakan lagu-lagu seperti ini dengan image yang baik.” Ungkapnya.

Terbentuknya Diskorama Collective ini tentunya menjadi penanda sekaligus batu loncatan bagi kegiatan skema musik yang sempat mati suri di kota yang terkenal dengan budaya konservatifnya. Meskipun masih belum banyak penikmatnya, Diskorama Collective ini sudah menujukkan kehadiran serta keseriusannya dengan memproduksi album kompilasi serta membangun gigs kecil-kecilan yang jauh dari kesan glamour seperti pada acara musik EDM pada umumnya.

Di lain hal, perilisan album kompilasi Modulasi ini akan resmi diluncurkan pada tanggal 6 Mei 2017 esok dengan menggelar gigs. Kegiatan ini tentunya akan dihadiri oleh salah satu penggiat EDM papan atas seperti Midnight Quickie dan Bleu Clair dan akan dihelat di Rotibakar 88, Serang. Dengan adanya kegiatan seperti ini tentunya Diskorama Collective menjadi sebuah kolektifitas yang diharapkan mampu merintis kembali atmosfer kegiatan seni khususnya industry musik di Kota Serang. Nagrjuna sendiri menambahkan, ketika internal dalam kolektif ini bisa fokus untuk berkarya maka dapat dipastikan dinamika kegiatan kawula muda di Kota Serang bisa mengarah ke jalur yang baik dan kreatif. “Karena kota berkembang itu punya potensi yang cukup tinggi dalam pembentukkan serta hasilnya itu sendiri,” pungkasnya. (Muhammad Akbar Samudra)

Komentar

TIDAK ADA KOMENTAR