Bantenurban.com | Banten media online – Gojek? iya ojek dengan paduan warna hijau yang memikat mata kini telah tersebar di beberapa kota di Indonesia, Jakarta, Bandung, surabaya dan Bali. hmm..tapi sayang belum ada di provinsi Banten, dan juga tidak tahu apakah sudah di butuhkan atau tidak gojek di Banten ini.  sekarnag kita coba bahas gojek yang ada di Jakarta menurut seseorang yang melontarkan beberapa pertanyaan kepada driver nya, berikut lengkapnya:
1. Aman nggak sih?

Menurut saya sih aman. Ya kalaupun nggak, masih lebih mending daripada nyetop ojek di pinggir jalan dong? Minimal pakai GoJek itu udah ke-track siapa nama driver kita berapa nomoer teleponnya dan ke mana tujuan kita.

2. Tukang ojeknya karyawan GoJek ya?
Bukan. Tukang ojeknya ya mamang ojek pinggir jalan juga. Cuma dia bermitra dengan GoJek. Jadi freelance gitu. Kalau lagi ada order di GoJek dia boleh ambil, boleh juga nggak ambil.

3. Oh gitu, kalau gitu tukang ojeknya dapet apa ya dari GoJek?
Mereka tidak digaji jadi share penghasilan. 80:20, 80% untuk tukang ojek dan 20% untuk GoJek. Hayooo yang mau sampingan punya penghasilan tambahan, jadi tukang ojek di GoJek bisa banget nih. 😀 Apalagi GoJek juga punya sistem bonus. Jadi kalau sehari ngambil 5 penumpang dari GoJek, dapat bonus 50ribu. Baik banget yah!

[UPDATE 24 JUNI]: Sekarang bonus 50ribu baru didapat kalau udah dapet 10 penumpang. LET’S WORK EVEN HARDEERRR! 😀

4. Tukang ojeknya tahu dari mana kalau ada order?
Sama kaya kita. Muncul notifikasi di aplikasi GoJeknya. Muncul ordernya dari mana akan ke mana. Canggih ya! Notifikasi muncul jika penumpang ada di radius 3 kilometer dan abang Go-Jek yang bersangkutan.

5. Wah mamang ojeknya hpnya bagus-bagus dong yah!
Mereka dibekali smartpon dong pastinya. Nggak iPhone lah *lol* Kata mamang ojek saya, smartphone itu dikasih ke tukang ojek dengan cara dicicil. Harga handphone-nya Rp 500 ribu, dicicil dengan potong dari penghasilan sebesar Rp 20 ribu seminggu.

6. Apa keuntungan gabung sama GoJek?
Minat banget sis? LOL Keuntungannya kalau lo tukang ojek, daripada mangkal aja terus bengong kan mending mangkal sambil stand by pantengin aplikasi GoJek. Rezeki mah dari mana aja ya kan. 🙂 Kalau bukan tukang ojek? Bisa jugaaa. Misal buat sampingan pulang kerja, ya ambil penumpangnya pas waktu lowong aja.

7. Gimana cara ambil uangnya kalau penumpang bayar pake credit dan bukan bayar cash?

Ditransfer ke rekening. Kata suami saya yang pernah ngobrol juga, GoJek pakai sistem rekening ponselnya Bank CIMB Niaga. Jadi nggak perlu kartu ATM. Cuma butuh hp aja untuk tarik tunai. Kalau nggak nemu ATM? Bisa tarik tunai di Indomaret atau Alfamart.

8. Yang paling penting. Gimana cara gabung jadi driver GoJek?

Saya sempet tanya-tanya sama salah satu abang Go-Jek gimana cara gabung GoJek? Ribet nggak? Jawabannya enggak. Tinggal dateng ke kantor GoJek, alamatnya di:

Jalan Ciasem I No. 36, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12190, Telepon: +62 21 7251110.

9. Apakah GoJek hanya untuk driver laki-laki?

YA NGGAKLAAAHHHH. Perempuan juga boleh kok. Saya pernah naik GoJek drivernya perempuan. Perempuan hebat yang luar biasa!

*

Syarat untuk daftar jadi driver GoJek (kalau saya nggak salah inget ya).

1. Motor harus lengkap surat-suratnya. STNK HARUS HIDUP! Kalau mati ya dihidupin dulu. -______-

2. Harus punya SIM yang masih berlaku.

3. Menjaminkan salah satu: Kartu Keluarga, Buku Nikah, atau BPKB kendaraan. Ini ditinggal di kantor Go-Jek, ya semacam perusahaan nahan ijazah lah sebagai jaminan aja.

Udah gitu doang. Kalau ada yang mau nambahin silakaaannn.

Happy Go-Jek-ing! 😀

Komentar

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR


*