Hai urbaners, kalian tahu gak sih kalau di Indonesia minat baca masyarakatnya sangat rendah? Dilangsir dari Unicef tahun 2011, dari 1000 masyarakat, hanya 1 orang saja yang memiliki minat baca tinggi. Miris ya, urbaners? Mungkin atas dasar tersebut juga, di Banten pada umumnya dan Cilegon khususnya banyak terbentuk project-project literasi seperti Rumah Baca, Taman Baca Masyarakat atau project lain yang tujuannya menumbuhkan minat baca masyarakat.

Kali ini, bantenurban.com akan membahas salah satu project literasi tersebut, yaitu Perpustakaan Jalanan Cilegon, sebuah komunitas berdikari yang baru berdiri akhir Agustus 2016 lalu, kini menjadi semangat literasi jalanan yang berbeda. Komunitas yang biasa disebut Perjal atau Perpus Jalanan ini sudah tersebar di berbagai kota di seluruh Indonesia, Depok, Bandung, Aceh, dan lain-lain.Dengan menggelar buku diatas tikar, duduk ngampar sama rata, membaca kata demi kata serta join kopi merupakan ciri khas Perpus Jalanan. Perjal adalah pembantahan bahwa untuk mendapatkan ilmu tidak harus dengan cara yang formal.

Nah, urbaners sudah terbayang kan bagaimana teman-teman Perpus Jalanan saat ngelapak?

Perjal Cilegon secara mandiri dan konsisten ngelapak buku-bukunya setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu. Bermodalkan terpal 2x 3 meter untuk menggelar buku-buku di sejumlah titik keramaian Kota Cilegon, mereka berjuang mengajak masyarakat untuk membaca.

Boim Lesmana, founder Perjal Cilegon mengatakan, komunitas ini bermodalkan kebersamaan, tidak ada yang menjadi guru, tidak ada yang digurui. “Perjal Cilegon itu dasarnya ebersamaan, nyari buku ya bareng-bareng, misal ada yang bisa ngelapak ya dilapakin sama yang bisa, kita memang baru 10 orang tapi demi keberlangsungan Perjal ya ita andalkan kebersamaan & kekompakan, tapi tetep gak ada yang jadi guru atau digurui, semua sama,” jelas Boim.

Lebih lanjut, Boim menjelaskan bahwa tidak ada aturan baku untuk bisa bergabung bersama Perjal Cilegon. “Kita gak punya aturan baku, masuk harus begini begitu enggak ada. Semisal lo suka baca, lo suka diskusi, lo suka nongkrong sama kami, ya brarti lo itu anak Perjal,” kata Boim.

Oya, jadwal Perjal Cilegon ngelapak adalah Jumat soredi Taman Kota, Sabtu sore dan Minggu di Krakatau Jungle Park. Urbaners ada yang mau ikut baca-baca buku koleksi Perjal, gak? Adapun, macam-macam buku yang dikoleksi Perjal lumayan variatif, lho.Dengan basis selera baca anggota yang bermacam-macam, buku Perjal jadi lebih warna-warni. Semisal A suka baca dan koleksi buku sastra, B suka baca dan koleksi buku agama, C suka baca dan koleksi buku politik. Jika ketiganya bergabung dan ngobrol, pasti bisa saling tukar ilmunya. Prinsip Perjal pun seperti itu, Urbaners.

Urbaners, jargon Perjal Cilegon itu ‘Membaca Adalah Senjata’. Pasti ada maksut dari jargon tersebut kan, urbaners? Nah, artinya Membaca Adalah Senjata adalah membaca sebagai bentuk perlawanan, melawan kebodohan, melawan pembodohan, melawan dibodohi. Buku adalah senjata untuk perlawanan tersebut. Keren kan, urbaners?

Dalam suatu komunitas, pasti ada yang namanya kendala, Perjal Cilegon pun tak lepas dari itu, yang utama kendalanya adalah pembagian waktu. “Di kita ada yang udah kerja, ada yang masih kuliah, karna tak ada ikatan ya bebas aja, kadang kalau sampai semua gak bisa ngelapak pada jadwal yang ditentukan ya biasanya molor sejam-dua jam,” imbuhnya lagi.

Urbaners, Perjal Cilegon juga meminjamkan koleksi bukunya secara gratis lho, hanya dengan meninggalkan nomor HP dan fotocopy identitas diri. “Sesuai tujuan awal kita, Perjal bukan tempat untuk mencari uang, kita gak mau pungut biaya, asal jelas aja minggu pinjam, kamis sebelum kita ngelapak bukunya sudah dibalikin lagi,” jelas Boim.

Nah, urbaners tahu gak gimana Perjal ngumpulin buku untuk dilapakin? Selain dari koleksi anggota-anggotanya, mereka juga biasa membuka donasi buku. Mereka buat gigs kecil-kecilan dengan tiket masuk berupa buku bekas / baru. Seperti yang mereka adakan pada Sabtu (12/11) lalu, dengan tema ‘Benefit Gigs’ Perjal mengundang 12 band all genre untuk menarik penonton dan mengumpulkan buku. Tak hanya band, theater, musikalisai puisi, juga diskusi juga mewarnai acara tersebut. Kenapa dengan musik? Karena sesungguhnya Perpus Jalanan juga hubungannya sangat erat dengan musik indie.

Gimana urbaners? Mau donasi buku? Atau mau ikut kumpul sama Perjal Cilegon? Langsung datang saja ke tempat mereka ngelapak sesuai jadwal, atau pantau infonya di instagram.com/perpusjalanancilegon .

Komentar

TIDAK ADA KOMENTAR