Bantenurban.com – fresh local media

Halo urbaners, ada yang menonton TV menjadi salah satu hobi favoritnya?. jika urbaners sampai sekarang masih menonton Televisi pastinya mengetahui stasiun televisi yang terhitung baru tapi bisa diperhitungkan kinerjanya. ya NET TV yang akhir-akhir ini menjadi berbincangan dikalangan anak muda. siapakah orang-orang hebat dibalik stasiun TV tersebut. Wishnu Utama dan Agus Lasmono tokoh tersebut dan berikut profil singkat dan beberapa pemberitaan mengenai kedua tokoh tersebut:

Agus Lasmono
Indonesia
Presiden Direktur PT Indika Mitra Energi dan PT Indika Multimedia
Komisaris Utama NET

Wishnutama Kudubandio
4 Mei 1976
Indonesia
Islam

BIOGRAFI WISHNUTAMA

DIBUTUHKAN trik khusus untuk bisa eksis di dunia kreatif saat ini. Bikin yang beda. Itulah yang selalu dipegang Wishnutama Kusubandio, CEO PT NET Mediatama Indonesia. Hingga akhirnya, dia bisa berada di posisi puncak saat ini. *****

Konser Suara untuk Negeri mampu mengundang puluhan ribu orang di setiap kota yang disinggahi. Total, ada empat kota yang menjadi lokasi perhelatan konser yang menggandeng Iwan Fals tersebut. Terakhir, konser yang diselenggarakan NET.itu diadakan di lapangan Kodam V/Brawijaya, Surabaya, 7 Juni lalu.
Wishnutama Kusubandio, sang penggagas acara, menyatakan menyiapkan setiap konser secara mendetail. menjumpainya di venue pada tengah malam sebelum acara berlangsung. Meski menjabat CEO PT NET Mediatama Indonesia, pria 38 tahun itu tidak canggung mondar-mandir mengecek tata suara. Konser Suara untuk Negeri hanyalah satu di antara kesuksesan perhelatan yang dipimpin laki-laki yang akrab disapa Mas Tama tersebut.
Dalam 20 tahun terakhir, dia malang melintang di dunia pertelevisian. Sebelum di NET., Wishnutama berkiprah di Indosiar dan Trans Corp. Di Indosiar, dia membuat program acara Pesta. Acara musik yang saat itu tayang setiap Minggu malam dan begitu digandrungi anak muda. Bukan hanya Pesta yang dapat mendongkrak rating stasiun televisi Indosiar sekitar sepuluh tahun lalu itu. Alumnus Emerson College di Boston, AS, tersebut juga membuat program acara Gebyar BCA,Patroli, dan Saksi.
Setelah tujuh tahun berkarya di Indosiar, sejak 1994 sampai 2001, Mas Tama hijrah ke Trans Corp. Di sana laki-laki kelahiran 4 Mei 1976 itu menciptakan banyak program menarik. Sebut saja,Extravaganza,Dunia Lain,Termehek-Mehek,Opera van Java,Empat Mata, dan Indonesia Mencari Bakat.
Ditanya mengenai rahasianya menghasilkan banyak program menarik yang disukai masyarakat, Mas Tama hanya tersenyum.
“Referensi bisa datang dari mana saja”.
“Saya sih biasanya dapat referensi karena nggak sengaja lihat”.
“Nggak sengaja liat itu,nggak sengaja liat ini”.
“Ya banyak hal,”ungkapnya.
“Saya selalu berusaha yang saya lakukan selalu membawa perubahan, selalu ada inovasi.”
“Saya nggak mau melakukan hal yang sama atau yang pernah dilakukan orang lain. Itu saja”, sambung ayah dua anak tersebut.
Setelah 11 tahun mengembangkan Trans Corp, terhitung sejak 2001 hingga 2012, Mas Tama memilih untuk mengundurkan diri. Bersama Agus Lasmono, dia membangun stasiun televisi bernamaNET.yang berasal dari singkatan News and Entertainment Television. PendirianNET., menurut penyuka makanan sehat itu, didasari pada program acara di Indonesia yang makin lama semakin tidak seimbang.
“Kalau kita lihat sekarang, banyak orang yang mengambil keuntungan dari kesulitan orang lain. Saya rasanya kok ndak pengen seperti itu”, ujarnya. Dia ingin pemirsa memperoleh hal positif. “Sebab, tayangan yang beredar belakangan”, menurut dia, kurang berkualitas dantidak membuat orang lebih semangat menjalani hidup.
“Saya pikir, ada kebutuhan pemirsa yang ingin better quality program. Program acara yang punya value, yang punya makna, dan nggak sekadar sensasi”, tutur laki-laki berkacamata tersebut. Setahun berjalan bersama bendera NET., Mas Tama merasa senang pada respons masyarakat Indonesia. “Alhamdulillah, baik dan terus meningkat, terutama di kalangan middle up.
Tandanya, banyak orang yang nggak pengenmelihat berita sensasi. Bukan sekadar gosip. Karena itu, kami berusaha menghadirkan hiburan yang berkualitas. Misalnya, sitkom yang naskahnya lebih bermutu atau program acara yang nggak sekadar menjual kesulitan”, paparnya. Meski demikian, dia menampik bila kesuksesan yang diterima dikatakan hanya karena dirinya.
Menurut pria kelahiran Jayapura, Papua, tersebut, kesuksesan itu diraih lantaran kerja tim. Mengingat, bekerja di balik layar membutuhkan waktu dan tenaga yang melimpah. Bekerja di stasiun televisi sangat menyita waktu karena jam kerjaya kayak gini.Peak hourkita bersamaan dengan saat seluruh keluarga tengah berkumpul. Namanyaprime time, waktu ketika kita paling sibuk-sibuknya, ungkapnya.
Tak sekadar menangguk sukses padarating, Wishnutama juga meraih banyak penghargaan selama hampir 20 tahun berkarya. Baik skala nasional maupun tingkat Asia. Di antaranya, The Best CEO in Indonesia 2010 pilihan majalahSWA, Asian Television Award, dan Panasonic Awards.(cik/c14/nda)  . artikel bahasan dari wisbenwae

Wishnutama Hengkang, Ratusan Karyawan Trans Minta Resign

Ada dugaan kalau dengan hengkangnya Wishnutama dari Trans Corp, Trans TV dan Trans 7 akan terjadi gelombang besar yang cukup menggoyahkan media TV dibawah naungan Trans Corp tersebut. Chairul Tanjung yang sempat menaruh kepercayaan penuh kepada Wishnutama terbukti berhasil membawa Trans TV dan Trans 7 pada level yang memuaskan. Di Trans TV, Wishnutama menjabat sebagai Direktur Utama (Dirut), sementara di Trans 7, jabatannya adalah Direktur Produksi.

Salah satu keberhasilan Trans 7 saat itu adalah jumlah SDM yang sedikit, tetapi efektif. Dengan begitu, cash flow-nya mantap. Itulah yang membuat kondisi Trans 7 jauh lebih baik dari kakaknya yaitu Trans TV. Bonus berlimpah diberikan pada karyawan, kenaikan gaji, maupun insentif karyawan tidak pernah telat. Kinerja karyawan pun meningkat hingga rating-rating program mereka selalu jadi unggulan.

Lalu bagaimana kondisi Trans TV dan Trans 7 selepas kepergian Wishnutama?

Menurut kabar dari sini, sejak Wishnutama meninggalkan Trans Corp lalu mendirikan Net-TV, kondisi Trans Corp mulai ‘goyang’. Mayoritas karyawan Trans TV resah dan gelisah karena tak ada lagi orang yang cerdas dan punya strategi yang besar seperti Wishnutama. Bahkan sejak tahun 2013 ini, sudah ada 200-an orang yang minta resign. Kabarnya lagi mayoritas karyawan yang mengajukan resign itu mau mengikuti jejak Wishnutama di Net-TV. ( artikel dari ceritamu )

Komentar

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR


*