Halo urbaners, siapa yang belum pernah ke Baduy? Nah kalo kamu belum pernah ke Baduy kamu bisa mengajak teman atau personil tim bantenurban.com untuk berpetualang bersama di Baduy. Ohiya urbaners, masih betah kan buat nongkrong di halaman bantenurban.com? Kamu emang harus seduh kopi atau teh sendiri, tapi di sini akan tetap menyenangkan.

Nah urbaners, kali ini tim bantenurban mau kasih tau kamu tentang rumah adat yang yang menjadi simbol dari Provinsi Banten. Rumah ada Suku Baduy menjadi yang menjadi simbol dari Provinsi Banten ini merupakan tempat berlindung Suku Baduy dari segala macam cuaca dan binatang buas. Dibuat dari bahan-bahan alam seperti bambu, kayu, batu kali, dan bahan alam lainnya rumah adat Suku Baduy mempunyai konsep yang sangat sederhana. Untuk membangun rumah adat Suku Baduy ini memerlukan sistem gotong royong dari Suku Baduy, jadi sudah terbukti bahwa Suku Baduy menjunjung tinggi arti dari sebuah kebersamaan.

dsc_0845

Masyarakat Baduy sangat bersatu dengan alam, jadi sudah hal yang wajar jika masyarakat Baduy mencintai alam tempat mereka selama ini berlindung. Sebab sangat menarik hubungan antara masyarakat Baduy dengan alam. Mereka yang membiasakan diri dengan alam, bukan sebaliknya alam yang membiasakan diri dengan mereka.

Dengan cinta yang sangat dalam terhadap alam, Suku Baduy yang ingin membangun rumah harus menyesuaikan dengan kontur tanahnya, jadi jangan heran jika kamu ke Baduy dan lihat rumah yang pondasinya berbeda ukuran. Pondasi-pondasi pada rumah adat Suku Baduy bertumpu pada batu kali, ini sangat berfungsi untuk menghindari longsor. Menariknya lagi, rumah adat Suku baduy secara serentak menghadap ke arah utara dan selatan, karena jika mengahadap timur-barat dianggap tidak baik oleh masyarakat Baduy.

dsc_0846

Rumah adat Suku Baduy yang tampak seperti rumah panggung ini hadir tanpa jendela. Hal ini sangat menarik, karena rumah adat Suku Baduy mengandalkan lubang di lantai rumah yang terbuat dari bambu yang sudah dibelah (palupuh) untuk perputara udara. Bagi Suku Baduy jendela hanya untuk melihat apa yang ada di luar rumah dan untuk melakukan itu Suku Baduy tidak memerlukan jendela dan hanya langsung keluar dari rumah. Dinding, atap, dan lantai hanya diikat dpada kayu atau bambu dan sudah sepantasnya jika rumah adat Suku Baduy menjadi rumah yang tahan terhadap gempa.

dsc_0867

Bagian dari rumah adat Suku Baduy terbagi menjadi tiga ruang yaitu sosoran, tepas, dan imah. Sosoran menjadi tempat menerima tamu, tepas menjadi tempat untuk tidur anak-anak beserta dijadikan ruang makan, dan imah yang khusus untuk ruang tidur kepala keluarga dan juga dijadikan sebagai dapur. Untuk tamu yang tidak dikenal hanya bisa mengunjungi rumah sampai pada sosoran saja, karena masyarakat Baduy percaya bahwa orang yang tidak dikenal membawa pengaruh buruk dan dilarang keras untuk masuk kebagian tengah (tepas) yang dianggap sebagai bagian rumah yang netral.

dsc_0863

Nah urbaners, sekarang kamu sudah cukup tau yah tentang rumah adat Suku Baduy yang menjadi ikon dari Provinsi Banten ini. Kalau kamu punya referensi lain tentang rumah adat Suku Baduy kamu jangan sungkan untuk coret-coret di kolom komentar dan untuk kamu juga urbaners yang mau mencoba mengkaji lebih dalam tentang rumah adat Suku Baduy juga bisa tim bantenurban menemani kamu untuk berangkat dan berpetualang bersama.

Komentar

TIDAK ADA KOMENTAR