“Nasi uduk sate Cilegon? Maksudnya nasi uduk campur sate? Fusion?”

Memang terkesan agak aneh bila hanya mendengar nama kuliner satu ini dari percakapan orang. Timbul tanya, sekaligus rasa penasaran. Apa betul ada kuliner fusion di kota Cilegon? Terheran. Weekend pun kami mulai dengan aktivitas olahraga pagi dan agenda kami kala itu adalah renang. Aktivitas olahraga renang memerlukan koordinasi antara gerakan kaki dan tangan, cukup menguras tenaga kami. Rasa lapar pun tak terbendung lagi di kala otak mengirimkan sinyal ke sistem pencernaan tubuh, bak komandan perang yang meminta kami untuk segera mengisi energi.

Sebagai klarifikasi judul tulisan ini, ternyata yang dimaksud adalah menu nasi uduk yang dijual di kedai sate Cilegon. Got the point foodies?, Kedai sate Cilegon pada hari biasa (Senin hingga Jumat) menjual aneka sate (sate ayam dan sate kambing) dengan bumbu kacang yang khas serta sop buntut sebagai m2016-09-29-08.42enu pelengkap. Kedai mungil dengan nuansa khas Sunda (diperlihatkan dengan aksen bambu) ini terletak di jantung kota Cilegon berdekatan dengan Masjid Agung Kota Cilegon. Berbeda ketika kita datang kembali pada saat weekend pagi, kedai ini menjual menu untuk sarapan pagi seperti nasi uduk dan lontong sayur. Melihat ada nama nasi uduk, saya tidak pikir panjang lagi untuk memilihnya untuk menjadi sahabat untuk perut saya pagi itu.

Enaknya sarapan pagi di kedai ini yaitu kita dapat memilih sendiri pesanan yang diinginkan. Langsung masuk saja ke bagian dapur saji di sebelah kiri pintu masuk, kita akan menemui etalase kaca berisi aneka lauk pelengkap menu sarapan. Ada ayam goreng (very crispy!), ayam bakar, opor ayam, orek tempe, kering kentang, dan aneka macam hidangan telur. Kami pun memilih menu yang sama yakni nasi uduk ½ porsi, orek tempe basah, kering kentang, telur suwir dan ditambah dengan ayam goreng.

pociBelum afdhal apabila kita tidak memesan teh poci sebagai minuman apabila berkunjung ke kedai ini. Ada dua versi teh poci yang disajikan, versi yang pertama yakni teh poci yang disajikan pada gelas kaca standar dan hanya memakai gula pasir biasa. Versi kedua dari
teh poci ini disajikan dalam teko tanah liat khas teh poci khas dataran Cina dan memakai gula batu sebagai pemanis, sangat cocok bagi pecinta kuliner yang sangat paham mengenai cita rasa.

Segera saya lahap suapan pertama waktu pesanan kami datang. Gurihnya bumbu nasi uduk meresap ke setiap bulir nasi. Satu yang khas dan menjadi trigger bagi saya untuk melahap habis menu ini yakni karena adanya bumbu kacang racikan khas sate Cilegon yang menambah cita rasa menu ini. Bisa foodies bayangkan, bumbu kacang kental yang biasa kita temukan saat kita membeli sate dimasukkan sebagai seasoning dan bertemu dengan nasi uduk hangat ditambah dengan emping yang renyah. Menggugah selera bukan?

Tertarik untuk nyicipin?

Range harga:
Rp 15.000 – Rp 20.000
Alamat:
Jl. Sultan Ageng Tirtayasa No.143, Kota Cilegon 42431 (Samping Bank Danamon Cilegon)

Editor: Jasmine Ariesta
Source: @bantenfoodie {Instagram}

editor:

Komentar

TIDAK ADA KOMENTAR