Haloooo urbaners, ada yang kangen sama band Suck-It 26? Yuup kali ini tim Bantenurban.com akan mencoba mengajak kalian untuk sedikit bernostalgia kembali dengan band indie asal Serang Banten yang melejit pada awal tahun 2000an ini. Band yang telah berusia kira-kira 18 tahun ini (terhitung sejak terbentuknya pada tahun 1998), dalam ruang bemusik di kota serang sendiri nama Suck-It 26 bukan lagi nama yang bisa diremehkan.

Selama mereka berkarir, total telah tiga album yang telah sudah mereka keluarkan, dan itu bisa dijadikan patokan seberapa serius nama Suck-It 26 itu sendiri. Tiga album tersebut terbukti diterima dengan baik oleh penikmat musik kota serang. Di setiap acara yang dihadiri band ini, muda mudi yang menonton rata-rata hafal dengan baik lagu-lagu yang dimainkannya. “Lagu suck-it itu gampang dihafal dan beat-nya asik buat moshing,” Tutur guear salah seorang penggemar yang ditemui di kesempatan yang berbeda.

Ketika Suck-It 26 ‘manggung’ sudah menjadi pemandangan yang lumrah jika para penontonnya ikut bernyanyi bahkan berlarian dan moshing tak terkendali di depan panggung sepanjang lagu-lagu Suck -It 26 dimainkan. Lagu-lagu dari band ini memang dikemas sederhana dan sesuai dengan kenyataan. Hal tersebut dikatakan oleh Ludy selaku vokalis. “Gue susah untuk bikin lagu yang liriknya ngayal. Jadi gue bikin lagu sesuai dengan apa yang gue liat,” Tutur laki-laki yang biasa disapa Om Ludy ini.

Dalam hal genre yang diusung, Suck-It 26 konsisten dengan genre Punk yang telah menjadi image dari band ini sejak awal kemunculannya. “tapi terserah deh orang mau liat Suck-It (red) punk, melodick punk, atau yang lain” tambah sang vokalis.

Oiya, apa Urbaners tahu arti angka 26 pada nama band yang berangotakan Ludy (Vokal), Igun (Gitar), Lutfan (Gitar), Lutfi (Bass), dan Desna (Drum) ini? Om Ludy mengatakan kalau angka 26 tersebut diambil dari tanggal ketika merekam lagu pertama mereka.

Kembali kepada karya-karya mereka, di luar album yang telah dihasilkan, Suck-It 26 pun mengeluarkan beberapa single setelah album ketiga yang dirilisnya di tahun 2009. Kebayakan dari lagu-lagu yang ada dalam album mereka direkam dan diproduksi di luar kota serang. Namun setelah album ketiga, Suck-It 26 merekam seluruh single yang dimilikinya di studio yang terletak di kota serang.

Beberapa single di antaranya adalah ; ‘Kantong Plastik Hitam’ dan ‘Aku adalah Aku’. Ternyata dengan dikeluarkannya singel-singel tersebut adalah salah satu strategi dari band ini agar tetap eksis di Industri musik. “Yah biar orang-orang tahu bahwa band ini masih ada,” Celetuk Ludy.

Jika urbaners sering membuka situs youtube, urbaners bisa melihat dua video klip dari lagu Suck-It 26. Dua video klip tersebut masing masing berjudul ‘Hancur Sebelum Berkembang’ dan ‘Aku Adalah Aku’. Untuk video klip lagu ‘Aku Adalah Aku’ yang dirilis pada tahun 2013, band ini menggunakan sebuah gedung di Universitas Tirtayasa (Untirta) sebagai tempat pengambilan gambar untuk video klipnya.

Untuk projek Suck-It 26 kedepannya, Ludy mengatakan saat ini masih berfokus pada beberapa event yang akan dihadiri oleh Suck-It 26. Selain itu yang paling spesial, ada kabar baik bagi masyarakat musik kota serang dan sekitarnya. Di salah satu event beberapa waktu lalu (Banten Indie Clothing 2016), band ini terlihat membawakan sebuah lagu yang sebelumnya belum pernah dibawakan. Ketika dikonfirmasi, sang vokalis meng-iyakan perihal adanya lagu baru tersebut. “memang belum direkam lagunya, judul lagunya adalah Gaza. Kemungkinan beberapa bulan kedepan akan rilis lagunya.” Ujar sang vokalis perihal lagu baru tersebut.

FYI urbaners, selain bermain musik, tiap personil band ini ternyata memiliki pekerjaannya masing-masing yang tidak sama sekali berkaitan dengan dunia musik dan panggung. Ketika menanyakan apakah hal tersebut mengganggu waktu Suck-It dalam berkarya, sang vokalis menjawab bahwa hal tersebut tidaklah menggangu. “Kita tetep punya waktu untuk ketemu. Yaa minimal seminggu sekali lah meluangkan waktu untuk itu,” Ujar sang vokalis.

Nah urbaners, melihat dari apa yang diceritakan vokalis Suck-It 26, ternyata umur dan kesibukan tidak menghalagi mereka untuk tetap produktif. Memang secara usia mereka tidak lagi muda, tapi usia hanya angka, urbaners. Soal jiwa dan semangat bermusik, jangan dipertanyakan. Semangat berkaryanya masih sangat tinggi. Bahkan dalam waktu dekat ini saja mereka siap kembali masuk dapur rekaman untuk take lagu terbaru mereka.  Masa kamu yang lebih muda nggak semangat dalam bekarya!

Tetap muda, tetap berkarya, bro!

Komentar

TIDAK ADA KOMENTAR