Urbaners Banten, pernah nggak kamu lihat sekelilingmu dan mata indahmu itu menemukan banyak sekali anomali atau ketidaknormalan? Contoh yang paling dekat saja, ketika kamu menghentikan kendaraan di traffic light. Seseorang mengetuk kaca kendaraanmu dan menjulurkan tangan? Seseorang yang naik di angkutan umum yang kamu naiki dan meminta bayaran atas sebait lagu?

Ya, peristiwa jalanan itulah yang diangkat oleh Teater Kain Hitam dalam lakon Anomali. Pertunjukan teater yang digelar mulai dari 23-28 Agustus 2016 di Aula IAIN Sultan Maulana Hasanudin Banten ini seperti potret peristiwa di jalanan di mata pengemis, pencopet dan pengamen. Lakon yang disutradarai Arief Rahman Beky ini juga mengungkap bila di balik para pelaku itu, selain ada pimpinan dari kalangan mereka, juga ada oknum yang menjadi atasan mereka dan juga bos besar. Kepada kedua orang inilah, para pelaku itu menyetorkan hasil ‘kerja’ harian.

Lalu, ketidaknormalan seperti apa yang sebenarnya terjadi? Bukankah pengemis di traffic light itu lumrah? Bukankah memang setiap dari kita tahu bila di balik mereka ada oknum juga?

Ketidaknormalan yang selalu dilihat, membuat kita menjadi terbiasa. Hingga pada akhirnya, kita memberikan kewajaran-kewajaran atas sesuatu yang sebenarnya tidak normal. Pola pikir inilah yang ingin diketuk lelaki yang mengaku baru pertama kali menyuntradarai pertunjukan teater ini, Arif Rahman Beky.

“Pengemis  itu kan, pekerjaan yang nggak lumrah. Tapi ketidaklumrahan yang sering dilihat, pada akhirnya menjadi suatu kewajaran. Mengubah kembali pola pikir ‘wajar’ untuk sesuatu yang tidak wajar inilah yang seharusnya dilakukan masyarakat, maupun pemerintah,” kata Arif Rahman Beky.

Bagaimana, Urbaners, siap menonton lakon ini dan mengubah pola pikir? Berikut ini jadwal pertunjukannya:

Jadwal Pertunjukan Anomali 

  • Kamis, 01 September 2016, pukul 18.00 WIB
    Ponpes Daruss’adah Rangkasbitung
  • Selasa, 20 September 2016, pukul 19.00 WIB
    Kampus Universitas Lampung
  • Selasa, 28 September 2016, pukul 19.00 WIB
    Kampus UIN Sunan Kali Jaga, Yogyakarta
Komentar

TIDAK ADA KOMENTAR